Selasa, 05 Januari 2016

KEMBALI KE AKAR IBRANI sesuai bahasa yang dipakai oleh Yeshua dan para rasul.


Jawab:
Keliru pak.
Ajaran Yeshua dan yehudim berbahasa Ibrani di abad 1 dalam keseharian mereka itu adalah ajaran MODERN MESSIANIC JUDAISM yang ditularkan ke dalam gereja-gereja Kristen Mesianik. Messianic Judaism/Jews sengaja melakukan propaganda ini supaya mempermudah 'menginjili' Yehudim lain di era modern ini yang kurang paham sejarah. Imbasnya, banyak sarjana dan Pendeta Mesianik pun menjadi korbannya.
.
Akibat adanya pengajaran KEMBALI KE AKAR IBRANI ini maka muncullah pengajaran KITAB-KITAB PB DITULIS PADA MULANYA DALAM BAHASA IBRANI. Ini adalah omong kosong tanpa bukti. Tidak ada bukti namun mereka merekayasa cerita bahwa kitab-kitab tersebut terbakar dan musnah saat Romawi menyerang Yerusalem th 70M.
Padahal, semua umat Nasrani telah mengungsi keluar Yerusalem paska dibunuhnya Uskup Yerusalem Mar Yakub HaTzadiq pd th 60 M. Mereka keluar dan membawa serta kitab-kitab tulisan para rasul dan pemimpin Gereja Rasuliah lainnya. Sementara Kaum Esseni yang bergabung ke Nasrani menyempatkan diri untuk mengubur kitab-kitab hasil tulisan mereka (Tidak termasuk kitab-kitab PB) di dataran tinggi Qumran. Yang tertinggal di Yerusalem untuk menghadapi tentara Romawi adalah Yehudim non Nasrani.
.
Umat Yehudim dan Maran Yeshua di abad 1 berbahasa ARAMAIK. Bahasa Aramaik telah digunakan oleh mereka sejak kepulangan mereka dari Babilonia ke Israel. Hal ini bukan hanya diajarkan oleh Gereja-gereja Rasuliah yang sudah berdiri sejak abad 1 dan mewarisi ajaran Nasrani Yeshua, namun juga dipertegas oleh pengajaran Rabbi Yahudi berikut:
.

"The Jews who returned to Israel from Babylonian captivity and established the Second Jewish Commonwealth in the 4th century BCE brought Aramaic with them. During this time, Hebrew lost its place as an everyday language amongst Jews, who adopted Aramaic instead. Hebrew was known as the Lashon Hakodesh, or the "Holy Tongue," and was reserved for matters such as prayer, and not for ordinary social and commercial activities. (A similar situation developed centuries later with Yiddish.)"
Sumber: 
Lorne Rozovsky
http://www.chabad.org/library/article_cdo/aid/1051040/jewish/Aramaic-the-Yiddish-of-the-Middle-East.htm 

ARTIKEL TERKAIT:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar