SIAPA KAMI


Selamat datang di blog resmi Gereja Nasrani Indonesia (GNI). Kami, Jemaat Nazarene[1] di Indonesia, suatu Gereja Rasuliah bercorak semitik dengan Tahbisan (Smikha) dari Mar Kefa (Petrus) Antiokia Syria dan Mar[2] Thoma (Thomas)-Mar Addai-Mar Mari Persia. Komunitas pelestari Tradisi (Oral Torah[3]) dan naskah-naskah Kitab Suci (Written Torah) Nazarene dengan pusat Keuskupan di Queensland, Australia.

Apa itu Gereja/Jemaat Rasuliah? Apa bedanya dengan Jemaat[4] Perdana? Jemaat Perdana sebenarnya adalah Jemaat Yerusalem (Church of Jerusalem) yang didirikan oleh Maran[5] Yeshua sendiri. Yeshua[6] sebagai Gembala dan para rasul ditambah murid-murid-Nya yang lain adalah jemaatnya Merekalah Jemaat Perdana tersebut. Mereka itulah Umat Nazarene sebenarnya. Lalu apa itu Jemaat Rasuliah? Ini adalah komunitas yang dibangun oleh para Rasul yang diutus Yeshua dari Yerusalem untuk mengabarkan injil keselamatan. Contoh Jemaat Rasuliah itu adalah Gereja Syria Antiokia (didirika oleh Mar Kefa), Gereja Coptik Alexandria Mesir (didrikan oleh Mar Markus), Gereja Roma (didirikan oleh Mar Shaul yang dteruskan oleh Mar Linus), Gereja Assyria Timur (didirikan oleh Mar Thoma-Mar Addai), Gereja Celtic (didirikan oleh Mar Yosip Armatea), Gereja Armenian (didirikan oleh Mar Tulmay), Gereja Kerala India (didirikan oleh Mar Thoma), dan lain-lain. Para rasul (Duta/Rosul/Shlikha) ini tentunya tidak hidup selamanya, mereka digantikan oleh murid mereka yang mereka tahbiskan (Smikha Haslykanuth) menjadi Uskup/Gembala (Ef 4:11). Para Uskup tersebut kemudian terus menyebar ke berbagai bangsa sehingga bermunculan terus Gereja-gereja Rasulah, baik itu yang berdiri mandiri, atau yang terus menjad satu-kesatuan dengan Gereja Rasuliah di abad 1.

Keuskupan[7] Gereja Nasrani Indonesia di Australia bisa dibilang merupakan Putri dari Gereja Syria Antiokia dan Putri dari Gereja Asyria Timur. Jadi warisan pengajaran GNI berasal dar kedua Gereja Purba tersebut. Para Rasul diteruskan oleh para Uskup dari abad ke abad sampai ke abad 21 ini, TIDAK TERPUTUS. Karena itulah kami di Indonesia bersukacita dengan menyandang nama umat NASRANI (Nazarene). Dari Yerusalem ke Antiokia-Mesopotamia, lalu sampai ke Australia, dan masuk ke Indonesia. Sungguh perjalanan SEJARAH yang sangat jauh dan panjang. Oda Alaha! Adakah perbedaannya dengan komunitas yang mencatut nama NAZARENE juga di Indonesia? Setahu kami, hanya kami yang berhak untuk menyandang nama ini karena keterkaitan sejarah ini. Namun kami tidak pernah mempermasalahkan mereka yang klaim sebagai sesama pewaris ajaran Kuno Nasrani ini. Kami sadari bahwa ada persamaan di antara kami, yaitu sama-sama ingin memeluk ajaran AWAL. Sayangnya mereka meyakini suatu komunitas yang tidak dipimpin oleh para Uskup Tertahbis, sehingga mereka tidak mewariskan apa-apa. Syukurlah kitab suci tidak pernah dipatenkan oleh Gereja Rasuliah, jadi semua orang berhak untuk membeli dan mendapatkannya di toko-toko buku. Dari sanalah mereka bsa mempelajari Iman Kuno Kristen (Mshikaye[8]) awal. TIDAK UTUH, karena tidak tahu tentang TRADISI. Semua kitab Suci berasal dari Tradisi. Jika dilihat dari perayaan-perayaan di antara komunitas ini, tentu ada jurang perbedaan yang sangat mendalam. Kalaupun ada yang mirip, sudah pasti tidak sama.

Kendati sama-sama dipimpin seorang Uskup, kami bukanlah Roma Katolik[9], dan bukanlah Katolik Liberal juga. Kami adalah Nazarene. Kami menghormati keberadaan Gereja Roma yang sudah ada terlebih dahulu di Indonesia dan tentunya sudah jauh lebih banyak. Banyaknya perbedaan ajaran, bukan berarti itu mengurangi rasa hormat kami terhadap mereka. Keberadaan kami bukan bermaksud untuk menjadi pesaing Roma Katolik, ini bukan persaingan. Kami adalah rekan sekerja dari semua Gereja Rasuliah yang sudah ada di Indonesia. Siapa saja Gereja Rasuliah lain di sini? Katolik Lama, Anglikan, Gereja Yunani Konstatnopel, ROC, ROCOR, terakhir adalah Coptic serta Gereja Asyria Timur. Yang terakhir baru memiliki beberapa murid di tahun 2016 ini. Kami menganggap, semua adalah rekan sekerja dalam kerajaan Alaha. Ya tentu saja, ada-ada saja oknum yang merasa iri dan tidak menganggap kami sebagai Gereja Rasuliah, namun itu bukan pendapat Uskup yang perlu dipusingkan. Puji Bapa, dari antara banyaknya Jemaat Rasuliah ini, yang sudah memiliki uskup berdarah Indonesia adalah Roma Katolik, Katolik Lama, dan Nazarene kami. Semoga yang lain menyusul. Tujuan Nasrani Indonesia antara lain menjalin kerjasama dengan mereka. Doa kami bersama mereka.

Sebagai Umat Nazarene di Indonesia, kami mewarisi 3 Pilar Iman Nasrani, kami mewarisi tradisi-tradisi yang sebagian dbakukan dan menjadi Sakramen (Qadishotim), kami mewarisi naskah-naskah kitab kuno di dalam Museum kami di Australia, mewaris Pengakuan Iman Rasuliah, dan tentunya kami mewarisi nama baik para Rasul dan Para Uskup yang telah wafat. Kami bangga dengan hal ini, inilah pencarian kami sejak tahun 2006. Ketiga orang pemimpin kami, Alm. Uskup Nicholas Lumbantoruan, Alm. Johanes Rombe, dan Bapak terkasih Gindo Lumbantoruan memulai bersama komunitas kecil ini. Merintis dari Jakarta sehingga sampai di tahun 2016 ini sudah ada di beberapa kota, yaitu: Madiun, Jogjakarya, Medan, dan kota-kota perintisan lainnya.

Yang membedakan Nazarene di Indonesia dengan Gereja Rasuliah lain di Indonesia bisa dlihat dari corak pengajarannya. Nazarene bercorak kembali ke AKAR SEMITIK (Aramaik-Ibrani). Para Rasul awal dan juga Yeshua berbahasa  Aramaik, mereka membaca Kitab Torah berbahasa Ibrani di dalam Sinagoga, bukan Septuaginta Yunani. Kami meyakini injil awal ditulis dalam Aramaik bukan Yunani. Kami adalah pelestari Sabbath Sabtu. Kami tidak merayakan Easter tapi Pesakh, Pesakh jatuh pada hari Rabu, 14 Nisan bukan Minggu Paskah. Kami tidak merayakan Natal 25 Desember juga. Bayi Yeshua tidak lahir di Bulan Desember. Dan seperti Kaum Yahudi dan Nazarene kuno abad 1, kami (bersama Katolik Liberal, sebagian Anglican, dan mungkin juga Gereja Asyria) meyakini REINKARNASI. Ini merupakan ajaran agama-agama kuno sebenarnya dan sejak abad 20 sudah DIBUKTIKAN SECARA SAINS. Saat ini hampir tidak ada Uskup Gereja Rasuliah yang berani menentang adanya Reinkarnasi akibat adanya penelitian dan bukti-bukti reinkarnasi. Tentu saja mereka tidak mau peristiwa memalukan Gelileo Galilei (yang mengajarkan Bumi mengelilingi matahari) terulang kembali. Itulah saat dimana gereja mengakui bahwa tafsiran mereka berabad-abad dmentahkan oleh sains. Tinggal menunggu waktu saja mereka akan merevisi ajaran mereka, perlu kerendahan hati untuk hal ini terutama bagi mereka yang sudah mencibir ajaran Nazarene kami. Selain itu kami mendorong semua imam dan Uskup Nazarene untuk menikah, ya berkeluarga. Kami menolak ajaran selibat yang diharuskan dalam organisasi. Selibat atau tidak bukan urusan orang lain, itu adalah keputusan pribadi. Seorang Uskup yang menikah sederajad dengan Uskup yang memutuskan secara pribadi untuk selibat.

Kami adalah komuntas yang sangat terbuka. Kami mengundang semua orang yang tertarik untuk melestarikan ajaran kuno Nasrani tanpa meninggalkan budaya bangsa kita sendiri. Kami merindukan melakukan pelayanan keimamatan dan non-keimamatan di Indonesia.

____________________
[1] Berasal dari kata ‘Nazareth’ (Mat 2:23) atau dari kata Ibrani ‘Netzr’ (Tunas, Yes 11:1).
[2] Mar artinya adalah ‘Tuan’ dalam bahasa Aramaik.
[3] Torah artinya adalah pengajaran (Teaching).
[4] Jemaat dalam bahasa Aramaik adalah ‘Idtah’.
[5] Maran adalah bahasa Aramaik, artinya ‘Tuan’ disingkat menjadi ‘Mar’. Untuk Yeshua diartikan menjadi ‘Tuhan’
[6] Yeshua (Ibrani) atau Eashoa (Aramaik) artinya adalah Keselamatan.
[7] Keuskupan adalah Dewan Sanhendrin, dewan pengadil, pemimpin jemaat.
[8] Mshikaye adalah bahasa Aramaik, artinya adalah Kristen atau pengikut Yg Diurapi. Kata ‘Kristen’ berasal dar kata Yunani ‘Kristianos’.
[9] Katolik artinya menyeluruh/utuh. Kata ini diambil oleh Gereja Roma menjadi Roma Katolik. Semua Gereja Rasuliah meyakini dirinya semua adalah penganut ajaran yg UTUH juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar