Senin, 08 Februari 2016

Apakah Nasrani mengajarkan ANTI ULOS? Anti TRADISI LOKAL?

Jawab:
Tdk.
Sejak injil diberitakan ke bangsa-bangsa, semua Rasul (aram: Shleekha; Yun: apostle) tdk memaksakan jemaat utk ikuti tradisi budaya Yahudi. Semua rasul masuk ke dlm budaya dan tetap mengajarkan ajaran Nasrani.
.
Demikian juga di indonesia, kami terus melestarikan semua budaya lokal spt ulos dan perayaan-perayaan tradisi unik yg sgt kaya di indonesia. Kami mendukung penuh budaya lokal kita.
.
Bagi Saudara yg peduli akan pelestarian budaya dan ikut serta mewarisi ajaran-ajaran kuno Nasrani, sy undang kita satukan visi misi.

Rabu, 03 Februari 2016

Mikveh (Baptis) itu apa? Koq bisa beragam bentuknya sekarang?

Jawab:
Tradisi Mikveh (Baptis) Nasrani yg berdiri di abad 1 Masehi, sebenarnya berasal dari tradisi pentahiran diri para imam Lewi. Para imam setelah dan sesudah bekerja memotongan kurban, biasanya pakaian dan badan mereka berbau amis membenamkan diri di air, ini sama saja dengan mandi.
Kaum Esseni Qumran (keturunan Imam Zadokit asli) pun, paska menyingkirnya mereka dari Bait Suci yang mereka yakini telah dinajiskan, tetap melestarikan tradisi pentahiran ini kendati mereka tidak lagi memotong kurban. Mereka memulai adanya Perjamuan Roti dan Anggur sebagai persiapan Kedatangan Sang Imam Besar Melkisedek. Yeshua adalah Sang Imam Besar yang mereka nantikan tersebut.
.
Di dalam ajaran Nasrani, satu-satunya cara seseorang terikat pada Perjanjian Baru (PB) bukan lagi disunat, melainkan dengan cara dibaptis (pentahiran) yang dilakukan dengan ritual khusus dan dipimpin oleh Imam Tertahbis.
.
Seiring berjalannya waktu, tradisi ritual Mikveh ini menjadi bias dan beragam. Ini akibat adanya ajaran Sola Scriptura yg MEMBUANG TRADISI. Para penganutnya, sejak abad 16 membuat tradisi masing-masing dan mengangkat diri mereka langsung menjadi Imam-imam.

Selasa, 02 Februari 2016

Mengapa banyak Gereja Kristen dewasa ini dipimpin oleh PENDETA? Padahal di abad 1, semua Jemaat Perdana itu dipimpin oleh para Uskup? Tolong jelaskan SEJARAH-nya.

Jawab:
Penyebutan PENDETA itu ada karena pengaruh AGAMA HINDU saat masuk ke Nusantara. 
.
Mari belajar SEJARAH dengan baik. 
Di abad 1, semua rasul ditahbiskan menjadi uskup (Eng: Pastor; Ibr: Mebaqqer; Ind: Gembala). Saat itu, jabatan Uskup dan Imam masih disatukan, lalu di abad 2 baru mulai dipisahkan oleh tahbisan. Di bawah Uskup dan Imam/Presbitter ada jenjang yang disebut Diakon (Aram: Shamasha). Ketiga jenjang kepemimpinan Jemaat Perdana ini termasuk dalam Tahbisan Mayor. 
.
Para Uskup di abad 1 antara lain adalah:
Uskup Mar Yakub HaTzadiq memimpin di Yerusalem, Uskup Mar Timotious ditahbiskan oleh Mar Shaul memimpin Efesus, Uskup Mar Marqos memimpin Alexandria Mesir, Uskup Mar Thoma memimpin jemaat di Kerala India, Uskup Mar Yuchnan (Yohanes) memimpin 7 kota di Asia Minor, Uskup Thadeus/Mar Addai memimpin di Edesa/Iraq, Uskup Mar Kefa/Petrus di Antiokia, Uskup Mar Linus di Roma (asal mula Roma Katolik), dll. Jemaat Perdana selalu dipimpin Uskup bukan pendeta atau yg lainnya. Semua uskup/imam tersebut dipanggil oleh jemaat mereka dengan sebutan ‘bapa’.
.
Sejak th 60 Masehi saat Mar Yakub, Uskup Yerusalem wafat martir akibat dilempar dari bumbungan Bait Suci, maka semua Jemaat Yerusalem pindah, dan pusat jemaat berpindah ke Antiokia yang dipimpin oleh Uskup Petrus. Sejak abad 1 juga para rasul yang diutus lalu berpencar dan mendirikan GEREJA RASULIAH/GR (bukan Protestan, Mormon, Saksi Jehovah, Calvinis, Adven, Mesianik, dll). Di dalam setiap GR itulah terdapat para uskup yang disebut ‘bapa’. Dari abad ke abad, GR berpencar ke berbagai belahan dunia dalam misi pengabaran injil. 
.
Di abad 16, dari dalam tubuh Gereja Roma Katolik, keluarlah Imam Martin Luther yang menelurkan ajaran SOLA SCRIPTURA. Dari ajaran inilah para murid Luther banyak mendirikan gereja masing-masing dan bermunculanlah denom-denom di LUAR GEREJA RASULIAH, antara lain: Mormon, Saksi Jehovah, Calvinis, Adven, Mesianik, dll. Semua adalah penganut ajaran Martin Luther, penganut Sola Sciptura yang membuang Tradisi. Di luar Nusantara, para pemimpin Gereja NON GR biasanya disebut ‘Priest’ (Presbytter atau Imam). Tradisi menyebut pemimpin Jemaat, ‘bapa’, ini juga menghilang, terutama saat Protestan masuk ke Nusantara. 
.
Masuknya Protestan ke Nusantara terjadi dalam 2 tahap, Tahap I (1605-1800) oleh Dutch East Indian Company, lalu tahap II (1800-1935) oleh Dutch Colonial Government. Pada zaman tersebut agama rakyat Nusantara mayoritas adalah HINDU. Penganut Hindu dipimpin oleh PANDITO, jadi dari sinilah mencul istilah PENDETA. Pandito menjadi Pendeta. Banyak penganut Hindu yang masuk ke Kristen Protestan (Lutheran) dan menyebut pemimpin mereka: PENDETA, bukan ‘bapa’ atau ‘romo’. Dari kedua tahap tersebut, pecahan Protestan dari Luar Negeri terus berdatangan ke Nusantara/Indonesia, sehingga negara ini dipenuhi oleh berbagai denom Kristen penganut Sola Scriptura, dari Lutheran sampai ke Mesianik yang baru muncul di abad 21. Semuanya dipimpin oleh Pendeta, tidak ada yang dipimpin oleh Uskup. 
.
Pewaris ajaran Jemaat Perdana sebenarnya masuk terlebih dahulu ke Nusantara, yaitu:
1. Gereja Church of The East/COE, pada th 645. Ini adalah gereja pemilik naskah-naskah Kitab Aramaik. Gereja ini pergi dari Nusnatara akibat adanya konflik local. Lalu penginjilan mereka diteruskan oleh GNI (Keuskupan Mandiri di Queensland, Australia) sejak menerima tahbisan pada tahun 2014. GNI dipimpin oleh Alm Uskup Nicholas Lumbantoruan. Lalu di than 2015 sampai sekarang, COE mencoba masuk langsung dalam penginjilan.

2. Gereja Roma Katolik, ibu dari Agama Protestan dan banyak pecahannya. Gereja Rasuliah ini memulai penginjilan sejak tahun 1511 dibawa oleh Portugis. Sampai saat ini GR Roma Kat diterima dan menyebar di seluruh Indonesia. 
Kedua GR di atas, tidak menyebut pemimpin jemaat mereka dengan sebutan ‘PENDETA’ melainkan ‘Bapa’ atau ‘Romo’ tepat seperti sebutan Jemaat Perdana di abad 1.
.
‪#‎romo‬ ‪#‎pendeta‬ ‪#‎hindu‬ ‪#‎nasrani‬ ‪#‎gerejarasuliah‬ ‪#‎protestan‬‪#‎solascriptura‬ ‪#‎tradisi‬


Senin, 01 Februari 2016

Sebenarnya mana yg lebih penting antara PENGETAHUAN dan MORALITAS dalam kehidupan Nasranis?

Jawab:
Tentu MORALITAS atau kualitas karakter seseorang!
Bukan pengetahuannya. 
Keselamatan rumusnya adalah:
SELAMAT = IMAN + PERBUATAN BAIK
.
Nah seseorang hanya bisa berbuat baik dengan tulus jika dia memiliki moralitas yang tinggi. Keselamatan bukan masalah pengetahuan agama, mereka yang mendalami pengatahuan adalah mereka yang dipilih untuk menjadi pengajar dan rasul (utusan) selanjutnya.
.
Sebagai jemaat Nasrani, kita semua dituntun memiliki moralitas yg baik, itu saja. Maka dari itu Gaya Hidup Nasrani adalah Gaya Hidup Limudah (Didache). Limudah adalah ajaran dasar Nasrani! .
Di antara banyak karakter yang penting yg harus dimiliki oleh jemaat Nasrani, salah satunya adalah ‪#‎PENUNDUKAN‬ DIRI PADA OTORITAS. Lawan dari karakter ini adalah KESOMBONGAN (pemberontakan) thd Otoritas Ilahi.
Oleh karena itu, semua yang memiliki pengetahuan banyak apalagi yang masih rendah, namun tidak menghargai Keimamatan (Pemimpin) YG TERTAHBIS adalah salah satu bentuk kesombongan yang harus dilawan. Buanglah hal tersebut dan mulailah untuk memasuki atmosfir Nasrani Kuno.
.
Pengurapan datang dari Alaha, melalui Imam (uskup) lalu ke jemaat! Begitulah adanya sejak awal sampai sekarang. Di abad 1, tidak pernah ada oknum lain yang diberikan otoritas kecuali para imam/uskup, tidak kepada para rabbi Farisi, tidak kepada rabbi tanpa tahbisan, tidak kepada orang-orang pintar, dan juga tidak kepada para Pen**ta.
.
Haleluyah. Oda Alaha!

Jumat, 29 Januari 2016

TORAH VS SOLA SCRIPTURA

TORAH adalah PENGAJARAN!
Sejak awal, Nasrani mengajarkan Tradisi dan Kitab adalah satu kesatuan Torah yang tidak terpisahkan. Imam Roma Kat, Martin Lutherlah yang MEMISAHKANNYA, membuang tradisi sehingga muncul SOLA SCIPTURA.
.
Saya tidak menyetujui tradisi yang dilestarikan oleh Roma Kat, namun membuang semua tradisi adalah tindakan bunuh diri dalam rohani manusia.

Kamis, 28 Januari 2016

Siapakah yang menerima (berhak) melaksanakan AMANAT AGUNG memberitakan injil (Mat 28:19-20)?


Jawab:
Para rasul saja!
Bukan yang lain!
Bukan murid nasrani juga, yg namanya murid ya belajar bukan mengajar apalagi membaptis (mikveh).
Bukan semua orang yang tidak ada hubungannya dengan Gereja Rasuliah kendatipun mereka sudah baca bolak-balik kitab suci bahasa aslinya, kendati mereka dikenal dengan sebutan 'Pendeta' atau nama lainnya.
Amanat Agung hanya Maran Yeshua berikan kepada PARA RASUL-NYA.
.
AMANAT AGUNG adalah TUGAS untuk MENGAJAR DAN MEMBAPTIS, ini tdk boleh dilakukan sembarangan orang!!!
.
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu
.
Mari belajar ajaran abad 1 secara seksama.
Rasul (Arab: Rosul; Eng: Apostle; Aram: Shliakh; Indo: UTUSAN) adalah murid Nasrani YANG SUDAH DIANGKAT ATAU DITAHBISKAN ATAU DILANTIK ke jenjang keimamatan sebagai pemimpin jemaat Nasrani. Rasul adalah UTUSAN dari organisasi Nasrani (Jemaat Perdana) yang telah lama belajar lalu ditahbiskan dengan menggunakan Tradisi Pentahbisan yg disebut sebagai SMIKHA HASLIKANUTH (Tahbisan Rasuliah). 
.
Jemaat Nasrani tidak boleh mengajar atau memberitakan injil apalagi membaptis!!! Jemaat silahkan belajar, kalau tidak tahu, silahkan belajar atau bertanya. Mengajar dalam Nasrani diperlukan OTORITAS, ini masalah MANDAT! Jemaat dalam memberitakan kasih Alaha hanya perlu menjadi KITAB YANG TERBUKA bagi sesamanya. Artinya berkelakuan baik, berbuat baik bagi sesama, berkarakter baik dan menyenangkan bagi orang lain. Setiap Shamasha (Diakon) akan mendapatkan mandat untuk mengajar suatu jemaat dan itu harus diketahui oleh uskup (gembala), surat penugasa seperti ini terus dilakukan/diberlakukan sampai abad 21 ini. Sehingga tidak ada jemaat LIAR YG DIPIMPIN PENGAJAR LIAR. 
.
Ke-12 rasul dan 70 Murid Yeshua di abad 1 adalah uskup-uskup! Bukan jemaat, dan bukan PENDETA! Bukan pula Messianic Judaism Rabbi yang tidak mengenal Keimamatan Melkisedek. Para rasul adalah uskup (gembala) suatu jemaat, mereka antara lain:
1. Mar Yakub HaTZadiq, uskup di Yerusalem,
2. Mar Keipha/Petrus, uskup di Antiokia,
3. Mar Thoma, uskup di Kerala India,
4. Mar Shaul, Uskup Vagante (tanpa jemaat), dia menyerahkan jemaat di bawah kepemimpin murid-muridnya, antara lain Mar Timotius yg dia tahbiskan menjadi uskup untuk Efesus th 65 Masehi,
5. Mar Yuchnan/Yohanes, uskup di 7 kota Asia Minor,
6. Mar Markos, uskup di Alexandria Mesir,
dan lain-lain..
Uskup dan Imam/presbitter adalah jabatan keimamatan yg masih menjadi satu di abad 1, baru dipisah di abad 2. Di bawahnya ada jabatan Diakon (penatalayan meja) yang berhak untuk membaptis air saja, tidak membaptis dengan Roh Kudus (qadishot Peminyakan). Hanya seorang uskup yang memiliki OTORITAS LENGKAP dalam kejemaatan, sprt mentahbiskan, konsekrasi Roti dan Anggur dalam Perjamuan Suci, Baptisan Roh Kudus, dan lain-lain. 
.
Seseorang bisa menjadi jemaat, hanya jika sudah dimikveh/baptis oleh Imam/uskup Nasrani, di luar itu BUKANLAH JEMAAT! Yg masih dalam tahap belajar disebut KATEKUMEN! jika seseorang sudah menjadi jemaat dan ditahbiskan sampai ke Diakon, barulah DIA BERHAK UNTUK MENGAJAR ATAU MEGEMBAN TUGAS AMANAT AGUNG, yaitu MENGAJAR dan MEMBAPTIS!! 
Uskup (bishop, ef 4:11) akan mentahbiskan uskup penerusnya, sehingga secara otomatis akan membentuk RANTAI TAHBISAN YG TIDAK TERPUTUS dari abad 1 sampai abad 21. Inilah RANTAI OTORITAS UNTUK MELAKUKAN AMANAT AGUNG! Untuk melihat Rantai Tahbisan Gereja Nasrani Indonesia dari awal silahkan membaca web kami berikut:
http://nasraniindonesia.org/…/jalur-mata-rantai-tahbisan-g…/
.
GNI saat ini sudah memiliki 8 Diakon (aram: Shamasha) yang berada di berbagai kota dalam mengemban AMANAT AGUNG, seperti: Jakarta, Tangerang, Medan, Tarutung, Jogjyakarta, Surabaya, dan Madiun. Mereka memiliki surat tugas masing-masing untuk melakukan AMANAT AGUNG yang diberikan oleh Uskup atau keuskupan Australia. Mrk adalah perpanjangan tangan dari Uskup dan Sorga untuk memberi jalan bagi semua orang untuk MENGIKATKAN DIRI PADA PERJANJIAN BARU (PB).
.
Lalu mengapa sekarang ada banyak pengajaran yg mengajarkan bahwa SEMUA JEMAAT KRISTEN BERHAK UNTUK MELAKUKAN AMANAT AGUNG? 
Jawab:
Itu ajaran BIAS! 
Bias sejak adanya ajaran Sola Scriptura yg baru dimulai di abad 16. Ini adalah ajaran bias yang mengajarkan SEMUA JEMAAT ADALAH IMAM. Mau belajar 1 tahun, 2 tahun, 10 tahun, tanpa ditahbiskan, langsung bisa menginjil/mengajar. Itulah ajaran Sola Scrip yg berbahaya. 
Jadi, ada perbedaan ajaran yg sangat besar dengan ajaran abad 1 Nasrani. 
.
Anda, pembaca mau pilih menjadi pengikut ajaran abad 16? Itu hak anda masing-masing. Dan jika saudara tertarik untuk belajar dan ikut melestarikan ajaran KUNO NASRANI, silahkan belajar bersama kami.
.
‪#‎Nasrani‬ ‪#‎solascriptura‬ ‪#‎amanatagung‬ ‪#‎abad16‬ ‪#‎abad1‬ ‪#‎diakon‬‪#‎shamasha‬ ‪#‎uskup‬ ‪#‎tahbisanRASULIAH‬ ‪#‎smhikhaHASLIKHANUTH‬‪#‎bishop‬

Rabu, 27 Januari 2016

Apakah jemaat Nasrani Kuno meyakini ajaran SOLA SCRIPTURA (SS)?

Jawab:
Tidak sama sekali.
SS adalah inovasi dari Imam Roma kat Martin Luther di abad 16 yg membuang tradisi roma dan berencana untuk meneruskan tradisi (Oral Torah) dari Gereja Byzantium Yunani. Sayang tujuannya ini tidak tercapai sehingga para penerusnya, tidak mewarisi Tradisi dari Roma Kat, atau dari Byzantium, atau Tradisi Gereja Rasuliah manapun.
SS adalah ajaran yg menitikberatkan pada 1 Pilar Iman saja, yaitu KITAB SUCI (written torah). Saking fanatiknya pada Kitab Suci maka tidak jarang ada banyak pengikutnya yg meyakini bhw KITAB SUCI ADALAH FIRMAN TUHAN. Ini adalah keliru, atau bahkan bisa dibilang sbg PENYEMBAHAN BERHALA.
Mengapa? Ya karena Firman Tuhan (Yoh1:1) adalah Tuhan sendiri dan layak disembah, sementara Kitab Suci adalah HASIL KARYA KAUM NASRANI AWAL, mana layak disembah?! Kitab Suci tidak akan bisa dipahami dengan baik TANPA TRADISI SUCI, sebab memang demikian awalnya. Nasrani berpegang pada Kitab (written) dan Tradisi (Oral), sehingga keduanya menjadi Torah yg lengkap.
Jadi kalau begitu, Nasrani Kuno memiliki 2 Pilar Iman? Kitab suci dan Tradisi Suci? Jawab: tidak hanya 2, melainkan 3 Pilar. Pilar iman yg ketiga adalah Pewahyuan Suci (Gilyana Qadosha). Pewahyuan ini bisa diterima oleh nabi-nabi yang harus terus ada di dalam Jemaat Tuhan, Ef 4:11. JAwatan kenabian tidak boleh hilang! Tuhan masih terus berbicara dan karenanya, nabi-nabi-Nya inilah yang mendengar dan menyampaikan pesan atau penyingkapan Tuhan kepada jemaat.
Nah, kalau hanya 1 dari 3 Pilar Iman yg masih tetap dipegang, tentu saja ajaran yg diwariskan HANYA SEDIKIT dan BISA MENYIMPANG. Oleh karena itu, mari belajar Tradisi Nasrani, mari pelajari Peran Kenabian lebih jauh, Gereja Nasrani Indonesia membuka diri bagi semua orang yang terbeban untuk MEWARISI DAN IKUT MELESTARIKAN AJARNA KUNO NASRANI di Nusantara.

Apakah menjadi Jemaat Nasrani Kuno harus di sunat (Brithmilah)?

Jawab:
Tidak perlu. 
Perihal brithmilah atau tidak bagi jemaat Nasrani khususnya Goyim (non Yahudi) sudah selesai dibicarakan di konsili Yerusalem yg sempat tercatat di Kisah para rasul pasal 15. Konsili Pertama kaum Nasrani yang dilakukan pada tahun 50 Masehi, saat itu semua rasul masih hidup. Konsili dipimpin oleh Uskup I Yerusalem yaitu Mar Yakub HaTZadiq sbg tuan rumah Paroki (Idtha). 
.
Hasil konsili tersebut memutuskan bhw Goyim tidak perlu melakukan Torah Sinai/Mosha termasuk di sunat brith/perjanjian. Jika yehudim nasrani masih terus melakukannya itu bukanlah sbg tanda masuknya mereka ke dalam Perjanjian Sinai, namun hanya sebagai pelaku tradisi yang tdk ada hubungannya dengan keselamatan.
.
Britmilah pada orang yahudi farisi dilakukan pada bayi bukan pd orang dewasa! Dilakukan oleh Mohel bukan mantri/dokter!
Dilakukan untuk masuk ke dalam Perjanjian Sinai bukan ke dalam PB! Dilakukan dengan menggunakan ritual kuno bukan ritual modern buatan pendeta. Brithmilah tidak punya hubungan dengan para pendeta.
.
Kendati sebagai goyim boleh melakukan sunat karena alasan kesehatan, itu bukanlah untuk alasan agama. Cara seseorang masuk ke dalam PB BUKANLAH DISUNAT! Melainkan dengan cara dibaptis (mikveh) oleh Imam Tertahbis. Mikveh inipun memiliki ritual tersendiri yg hanya diwariskan para rasul kepada Uskup-uskup Gereja Rasuliah pewaris ajaran Nasrani. Mikveh adalah 1 dari 7 qadishotim (sakramen) Nasrani. Dan qadishotim adalah bagian dari Tradisi (oral torah) Nasrani.
.
Para pengajar brithmilah bagi goyim silahkan teruskan mengajar, namun itu bukanlah ajaran Jemaat Perdana.
.
‪#‎brithmilahUNTUKyehudim‬ ‪#‎brithmilah‬ ‪#‎sunat‬ ‪#‎mikveh‬ ‪#‎Nasrani‬‪#‎jemaatperdana‬ ‪#‎qadishot‬ ‪#‎sakramen‬ ‪#‎tradisinasrani‬ ‪#‎oraltorah‬

Selasa, 05 Januari 2016

KEMBALI KE AKAR IBRANI sesuai bahasa yang dipakai oleh Yeshua dan para rasul.


Jawab:
Keliru pak.
Ajaran Yeshua dan yehudim berbahasa Ibrani di abad 1 dalam keseharian mereka itu adalah ajaran MODERN MESSIANIC JUDAISM yang ditularkan ke dalam gereja-gereja Kristen Mesianik. Messianic Judaism/Jews sengaja melakukan propaganda ini supaya mempermudah 'menginjili' Yehudim lain di era modern ini yang kurang paham sejarah. Imbasnya, banyak sarjana dan Pendeta Mesianik pun menjadi korbannya.
.
Akibat adanya pengajaran KEMBALI KE AKAR IBRANI ini maka muncullah pengajaran KITAB-KITAB PB DITULIS PADA MULANYA DALAM BAHASA IBRANI. Ini adalah omong kosong tanpa bukti. Tidak ada bukti namun mereka merekayasa cerita bahwa kitab-kitab tersebut terbakar dan musnah saat Romawi menyerang Yerusalem th 70M.
Padahal, semua umat Nasrani telah mengungsi keluar Yerusalem paska dibunuhnya Uskup Yerusalem Mar Yakub HaTzadiq pd th 60 M. Mereka keluar dan membawa serta kitab-kitab tulisan para rasul dan pemimpin Gereja Rasuliah lainnya. Sementara Kaum Esseni yang bergabung ke Nasrani menyempatkan diri untuk mengubur kitab-kitab hasil tulisan mereka (Tidak termasuk kitab-kitab PB) di dataran tinggi Qumran. Yang tertinggal di Yerusalem untuk menghadapi tentara Romawi adalah Yehudim non Nasrani.
.
Umat Yehudim dan Maran Yeshua di abad 1 berbahasa ARAMAIK. Bahasa Aramaik telah digunakan oleh mereka sejak kepulangan mereka dari Babilonia ke Israel. Hal ini bukan hanya diajarkan oleh Gereja-gereja Rasuliah yang sudah berdiri sejak abad 1 dan mewarisi ajaran Nasrani Yeshua, namun juga dipertegas oleh pengajaran Rabbi Yahudi berikut:
.

"The Jews who returned to Israel from Babylonian captivity and established the Second Jewish Commonwealth in the 4th century BCE brought Aramaic with them. During this time, Hebrew lost its place as an everyday language amongst Jews, who adopted Aramaic instead. Hebrew was known as the Lashon Hakodesh, or the "Holy Tongue," and was reserved for matters such as prayer, and not for ordinary social and commercial activities. (A similar situation developed centuries later with Yiddish.)"
Sumber: 
Lorne Rozovsky
http://www.chabad.org/library/article_cdo/aid/1051040/jewish/Aramaic-the-Yiddish-of-the-Middle-East.htm 

Senin, 04 Januari 2016

TUHAN MEMBUNUH BAYI DAN ANAK-ANAK!

Keluaran 12:29 (TB) Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.
Penjelasan:
Mengapa demi menyatakan kekuasaan-Nya untuk mengeluarkan bangsa Israel dr Mesir, bayi dan anak-anak yg masih polos HARUS JADI TUMBAL? Apa salah mereka? Bukankah mereka belum tahu mana dosa dan tidak? Bukankah mereka hanya anak-anak yang patuh pada orang tuanya yg kebetulan beragama Pagan? Bukankah seorang anak tdk bisa memilih siapa orang tuanya saat mrk hadir di bumi? Lalu mengapa mrk menjadi TUMBAL kemahakuasaan TUHAN? Apakah TUHAN itu KEJI DAN BEGIS shg tega memasukan mereka ke NERAKA?
.
Jwb:
Reinkarnasi!!
Saat TUHAN menunjukkan kekuasaan-NYA kpd raja Mesir dg menumpas mati semua anak sulung Mesir, Dia tdk pernah merencanakan jiwa-jiwa bayi dan anak-anak sulung tsb terhilang...Jiwa-jiwa ini berhak untuk reinkarnasi kembali ke bumi untuk proses penyempurnaan.
Jika ajaran Reinkarnasi ini TDK ADA MAKA MEMANG BISA DIBILANG TUHAN ITU KEJI DAN BENGIS.
Inti dari TORAH adalah KASIH.
Inti dari Reinkarnasi jg adalah KASIH.
.
Pahami ajaran kuno ini baik-baik. Shalom.


Rabu, 30 Desember 2015

Tahbisan di mata GNI?

Mengapa bagi GNI seorang Pemimpin Jemaat itu HARUSLAH TERTAHBIS? Siapa yg mentahbiskan?
Sejak kapan ada Ritual Pentahbisan ini?
Bagaimana cara mentahbiskan seseorang?
Bisakah PENDETA ditahbiskan juga?
Apa bedanya Pemimpin yg ditahbiskan dan TANPA TAHBISAN?
.
Jawab:
Shalom pak,
Berikut adalah pertanyaan dan jawaban kami:
1. Mengapa bagi GNI seorang Pemimpin Jemaat itu HARUSLAH TERTAHBIS? Siapa yg mentahbiskan?
Sejak kapan ada Ritual Pentahbisan ini?
jawab:
Ritual pentahbisan (Semikha) ini sudah ada sejak abad 1 bagi kaum Nasrani dan sudah sejak 1500 SM bagi kaum Judaism. Nasrani adalah cabang dari Judaism atau lahir dari rahim Judaism di abad 1 masehi saat Maran Yeshua menyatakan diri-Nya sbg Mesias.
Bagi Judaism dan Nasrani, tidak boleh ada Leader jemaah TANPA DITAHBISKAN DAHULU! Tidak ada rabbi tanpa tahbisan! Semua ditahbiskan oleh rabbi sebelumnya, rabbi mentahbiskan rabbi.
.
Saat Maran Yeshua berusia 30 th, pada usia tersebutlah seseorang yang sudah belajar Judaism dan cakap mengajar akan ditahbiskan menjadi Rabbi. Maran Yeshua ditahbiskan sendiri oleh Sang Bapa saat Dia menerima Mikveh/baptisan dari Mar Yuchnan (Yohanes Pembaptis). Saat itu TURUNLAH ROH KUDUS DALAM BENTUK MERPATI KE ATAS KEPALANYA. Paska kejadian tersebut barulah Yeshua berhak menyandang titel 'Rabbi'. Dia berkeliling dan mengajar.
.
Karena Rabbi mentahbiskan Rabbi maka semua murid-Nya juga DITAHBISKAN Yeshua dengan ritual atau tradisi yang berlaku. Maran Yeshua mentahbiskan para murid sebelum Dia terangkat ke Sorga, baca Yoh 20:22, "...Ia mengembusi mereka..." Banyak yang tidak menyadari bahwa Pentahbisan itu merupakan ritual dalam Tradisi (Oral Torah) Nasrani yang kemudia disebut juga Qadishot/sakramen Pentahbisan. Ini adalah 1 dari 7 qadishot penting yang semua Gereja Rasuliah (GR) lestarikan dari abad 1 sampai abad 21 ini.
.
Jadi, mengapa GNI meyakini pentingnya TRADISI TAHBISAN INI? Ya karena GNI berusaha untuk melestarikan ajaran abad 1 Nasrani Kuno.
Siapakah yang berhak mentahbiskan? Setelah Maran Yeshua naik ke Shamayim (Sorga), yang berhak adalah para rasul sendiri yang telah menjadi uskup-uskup (pengembala jemaat) yang menjadi Wakil Maran bagi jemaat-Nya. Uskup adalah jenjang tertinggi kepemimpinan/keimamatan dalam Nasrani. Hanya di jenjang Uskup inilah seseorang berhak untuk mentahbiskan seorang jemaat masuk ke dalam jenjang kepemimpinan dari Tahbisan Minor lalu berikutnya Tahbisan Mayor. Uskup sekali lagi adalah posisi tertinggi dalam Tahbisan Mayor.
.
Dengan demikian maka tentu ada MATA RANTAI TAHBISAN USKUP dari abad 1 sampai ke abad 21 sebagi BUKTI SAH/OTENTIK KEPEMIMPINAN NASRANI. Mereka yang tidak ditahbiskan pasti BUKANLAH PEMIMPIN NASRANI, hanya klaim pribadi. Untuk itulah kita di zaman modern ini harus waspada pada mereka yang tidak tertahbis.
.
2. Bagaimana cara mentahbiskan seseorang?
Jawab:
Ritual Pentahbisan sprt yang saya ulas di atas, tidak pernah dicatat lengkap di dalam suatu Kitab yang dikanon. Ritual Sakramen ini hanya ada di dalam Traidisi Suci yang kemudian ditulis dan diajarkan/dipercontohkan di dalam seminari-seminari GR yang sudah ada sejak abad 1.
.
Secara garis besar, ritual pentahbisan ini harus memenuhi 4 syarat yaitu:
Ada kehadiran antara Uskup dan orang yang ditahbiskan,
Ada siddur ritual tersebut yang dibacakan,
Ada kemauan untuk mentahbiskan dan juga ditahbiskan, tidak boleh atas paksaan,
dan ada Penumpangan Tangan.
Ini tidak pernah diajarkan DI LUAR SEMINARI GR! ORANG LUAR TIDAK AKAN TAHU MENAHU PERIHAL RITUAL PENTING INI apalagi gereja yang menganut keyakini SOLA SCRIPTURA (hanya percaya kitab suci/written torah dan membuang tradisi/oral torah). Tidak mungkin gereja non GR paham hal ini.
.
3. Bisakah PENDETA ditahbiskan juga?
Jawab:
Bisa saja jikalau memang PUNYA KERINDUAN untuk mendapatkan warisan pengajaran abad 1. Hanya saja itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Ada banyak pengajaran yang pastinya berbenturan dan di dalam ajaran Nasrani, semua harus tunduk pada Uskup. Mau tidak tunduk pada Uskup sebagai Wakil Maran? Kalau maunya memimpin sendiri, mengatur sendiri, menafsirkan sendiri ayat-ayat kitab suci, pasti tidak akan bisa ditahbiskan. Tidak ada paksaan sama sekali dalam pentahbisan ini.
.
4. Apa bedanya Pemimpin yg ditahbiskan dan TANPA TAHBISAN?
Jawab:
Bagi kami YG DITAHBISKAN maka kami punya kebanggan tersendiri, mengapa? Karena SILSILAH TAHBISAN itu memiliki makna BUKTI OTENTIK ASAL PENGAJARAN NASRANI yang kami wariskan dan itulah JATI DIRI KAMI sbg NASRANI leader.
.
Perhatikan contoh MATA RANTAI TAHBISAN saya sendiri ini:
Berikut adalah Nama-nama Patriak Gereja Syria Ortodoks Antiokia:
1 Simon Kefa sang Shliakh 35
2 Evodius 44
3 Ignatius I. Martir 68
4 Earon 107
5 Cornelius 137
6 Eados 142
7 Theopliilus 157
8 Maximinus 171
9 Seraphim 179
10 Asclepiades, Martir 189
11 Philip 210
12 Zebinus 219
13 Babylos, Martir 237
14 Fabius 250
15 Demetrius 251
16 Paul I 259
17 Domnus I 270
18 Timotheus 281
19 Cyrilus 291
20 Tyrantus 296
21 Vitalius 301
22 Philogonius 318
23 Eustachius 323
24 Paulinus 338
25 Philabianus 383
26 Evagrius 386
27 Phosphorius 415
28 Alexander 416
29 John I 428
30 Theodotus 431
31 Domnus II 442
32 Maximus 450
33 Accacius 454
34 Martyrius 457
35 Peter II 464
36 Philadius 500
37 Serverius the Great 509
38 Sergius 547
39 Anastasius 560
40 Gregory I 561
41 Paul II. 564
42 Patra 571
43 Domnus IV. 586
44 Julianus 591
45 Athanasius I. 595
46 John II. 636
47 Theodorus I. 649
48 Severus 668
49 Athanasius II 684
50 Julianus II. 687
51 Elias I. 709
52 Athanasius III. 724
53 Evanius I. 740
54 Gervasius I. 759
55 Joseph 790
56 Cyriacus 793
57 Dionysius I. 818
58 John III 847
59 lgnatius II. 877
60 Theodosius 887
61 Dionysius II. 897
62 John IV. 910
63 Basilius 922
64 John V. 936
65 Evanius II. 954
66 Dionysius III 958
67 Abraham I. 962
68 John VI. 965
69 Athanasius IV 987
70 John VII. 1004
71 Dionysius IV. 1032
72 Theodorus II. 1042
73 Athanasius V. 1058
74 John VIII. 1064
75 Basilius II, 1074
76 Abdoone 1076
77 Dionysius V. 1077
78 Evanius III. 1080
79 Dionysius VI 1088
80 Athanasius VI. 1091
81 John IX. 1131
82 Athanasius VII 1139
83 Michael I. The Great 1167
84 Athanasius VIII 1200
85 Michael II 1207
86 John X. 1208
87 Ignatius III. 1223
88 Dionysius III. 1253
89 John XI. 1253
90 Ignatius IV. 1264
91 Philanus 1283
92 Ignatius Baruhid 1293
93 Ignatius Ishmael 1333
94 Ignatius Basilius III. 1366
95 Ignatius Abraham II. 1382
96 Ignatius Basilius IV 1412
97 Ignatius Bahanam I. 1415
98 Ignatius Elijah 1455
99 Ignatius John XII. 1483
100 Ignatius Noah 1492
101 Ignatius Jesus I. 1509
102 Ignatius jacob I. 1510
103 Ignatius David I. 1519
104 Ignatius Abdullah 1520
105 Ignatius Naamathalak 1557
106 Ignatius David II. 1576
107 Ignatius Philathus 1591
108 Ignatius Abdullah II. 1597
109 Ignatius Cadhai 1598
110 Ignatius Simeon 1640
111 Ignatius Jesus II 1653
112 Ignatius A. Messiah I 1661
113 Ignatius Cabeed 1686
114 Ignatius Gervasius II. 1687
115 Ignatius Isaac 1708
116 Ignatius Siccarablak 1722
117 Ignatius Gervasius III. 1746
118 Ignatius Gervasius IV 1768
119 Ignatius Mathias 1781
120 Ignatius Bahanam II. 1810
121 Ignatius Jonas 1817
122 Ignatius Gervasius V. 1818
123 Ignatius Elias II. 1839
124 Ignatius Jacob II. 1847
125 Ignatius Peter III. 1872
PATRIAK KE-126 DI ATAS MENAHBISKAN:
Paul Athanasius pada tahun 1877 dan dia dilantik menjadi Duta besarnya. Dia, sesuai dengan Surat Keputusan Kepatriakan dari Ignatius Peter III., tertanggal 29 Januari 1889, mentahbiskan Francis Xavier Alvarez pada tanggal 29 Juli 1889, sebagai Uskup Agung Srilanka (Ceylon), dibantu oleh Paul Mar Evanius dan George Mar Gregorius, Para Uskup Malabar dibawah Antiokia. Uskup Agung Alvarez sesuai dengan Surat Edaran Ignatius Peter III., tertanggal 29 Desember 1891, mentahbiskan:
.
Joseph Rene Vilatte pada 29 Mei 1892, Church of Our Lady of Good Death, Colombo, Ceylon, sebagai Uskup Agung Metropolitan bagi semua mereka umat Katolik Amerika yang menganut paham iman Ortodoks dari Gereja Tak Terbagi Perdana. Uskup Agung Alvarez (gelar keuskupan, Julius I.) dibantu oleh Mar Athanasius, Uskup Kottayam, dan Mar Gregorius, Uskup Niranam. Uskup Vilatte mentahbiskan:
.
Frederic E. J. Lloyd di Kapel Mar David, 536, jalan Timur ke-36, Chicago, pada 29 Desember 1915. Uskup Agung Vilatte dibantu oleh Uskup Paul Miraglia, dari New York. Uskup Lloyd dipilih pada tahun 1920 Uskup Agung dan Metropolitan pelanjut suksesi Uskup Agung Vilatte. Uskup Agung Lloyd mentahbiskan:
.
John Churchill Sibley pada tanggal 29 September 1929 pada Sinode Umum bersidang di Kota Chicago dan ia dan Sinode menganugerahkan Uskup Sibley Keuskupan Agung Mulia sebagai Uskup Agung Metropolitan untuk Kerajaan Inggris. Uskup Agung Lloyd dibantu oleh Uskup Agung Gregory dari Provinsi Pasifik dan Uskup Daniel, Uskup Francis dan Uskup Axel. Uskup Agung Churchill Sibley mentahbiskan:
.
John Sebastian Marlow Ward pada 6 Oktober 1935, di Gereja Biara Mshikha Raja, Park Road, New Barnet, Herts., dan Komisi melantik dia karena kelayakan sebagai Kanselir/Duta dari Gereja di Inggris. Uskup Ward memilih Uskup Agung berikutnya seiring dengan wafatnya Uskup Agung Sibley pada 15 Desember 1938.
.
Pada 25 Agustus 1945 Uskup Agung Ward berpartisipasi dalam suatu pertukaran tahbisan dengan sejumlah uskup-uskup lainnya, termasuk Mar Georgius, Dr. Hugh de Willmott Newman sebelumnya seorang pelanjut silsilah suksesi Irvingite yang mendapatkan tahbisan konsekrasi valid melalui sejumlah garis silsilah rasuliah yang berbeda. Rinciannya tertera dibawah ini.
.
Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup-uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
.
Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
.
suksesi1John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran.
.
Pada tanggal 6 Desember 2014, Primat Gereja Katolik Ortodoks, Metropolitan Uskup Agung John R. Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan: Nicholas H.Toruan di Katedral St. Cecilia, Moodlu, Queensland. Australia, sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Indonesia.
.
Pada Juni 2015, Saya, Sem Aldo Tulung Allo ditahbiskan menjadi Shamasha (Diakon) oleh Uskup +Mar Nicholas Lumbantoruan di Paroki Mar Michael Jakarta dengan saksi Shamasa Darlan Hutapea, Shamasha Elisha, Shamasha Daniel Toto, dll.
Untuk lebih jauh mengenal GNI, silahkan membaca website resmi kami di sini:
http://nasraniindonesia.org/siapa-kami/suksesi-rasuli-semikha/jalur-mata-rantai-tahbisan-gereja-ortodoks-syria-antiokia/

Reinkarnasi dalam ajaran Plato



Shalom pak Nepho Gerson dan Deacon Damaskinos Arya,
KATA KUNCI status ini adalah SAINS bukan ideologi HELENIS yg kami tentang. Ini dua hal yg BERBEDA.


Dalam SAINS, tidak mengenal batasan bahasa (yunani,latin, inggris, dll), dan juga tdk terpengaruh oleh ideologi, apalagi ajaran gereja, atau agama manapun. SAINS itu MANDIRI dan SAINS merupakana bagian dari TORAH (teaching).

SAINS sejak sebelum masehi dan juga di abad 20, saat dimulainya penelitian Prof Ian Stevenson pada 1960-an telah memberikan kepada dunia bukti yang tidak bisa dibantah bhw perjalanan jiwa yg disebut reinkarnasi itu memang ada/eksis.
Bukti-bukti yang b
eliau suguhkan diperteguh oleh adanya penelitian berikut dari Dr Jim C Tucker dan rekan ahli jiwa seprofesinya. Saat ini sudah ada beberapa kampus besar yang mengkhususkan diri untuk meneliti lbh jauh ajaran yg juga dibenarkan oleh kaum Judaism ini.

Senin, 21 Desember 2015

Siapakah yang disebut RABBI bagi Jemaat Perdana setelah Maran Yeshua TERANGKAT KE SORGA?


Apakah para Pendeta?
Apakah para Sarjana Thoelogia dari STT?
Apakah para Messianic Jews Rabbi?
.





jawab:
Para Pendeta? Maaf, Pendeta (Pandito) di abad 1 adalah para pemimpin agama Hindu.
Para Sarjana Theologia dari STT? Maaf, Seminari Jemaat Perdana tidak punya hubungan dengan STT. Lulusan Seminari adalah Jajaran Keimamatan di semua Gereja Rasuliah yang melestarikan Tradisi. Sementara Sarjana Theologia tdk pernah belajar Tradisi.
Lalu apakah RABBI Jemaat Perdana adalah Para Messianic Jews Rabbi? Ya pada awalnya banyak Rabbi Yahudi yang menjadi Rabbi/pengajar Jemaat Perdana, namun para suksesor mereka banyak yg berdarah non Yehudim, seperti,
Mar Shaul (Paulus) mentahbiskan Mar Linus untuk menjadi Uskup Kota Roma. Mar Keipha (Petrus) mentahbiskan Mar Clemet menjadi Uskup Roma bersama Mar Linus. Mar Yuchnan (Yohanes) memuridkan Mar Ignatius Theoporus lalu dia ditahbiskan menjadi Uskup di Antiokia, Mar Yuchnan juga memuridkan Mar Policarp untuk menjadi Uskup di smyrna, dll
.
Para Rasul sejatinya adalah para Uskup. Jemaat Perdana selalu dipimpin oleh Uskup, lalu Uskup mentahbiskan para penerusnya, yaitunya Uskup berikutnya. Jd Uskup digantikan oleh Uskup demikian seterusnya sejak abad 1 sampai abad 21 ini. Uskup tidak pernah digantikan oleh Pendeta, atau Rabbi-rabbi Yahudi Messianik Modern. Yahudi Maesianik Modern (Messianic Judaism) sama sekali tidak punya hubungan dengan Para Rasul dan Jemaat Perdana, mereka adalah pecahan dari Yahudi Orthodox pewaris ajaran Perushim (Farisi).
.
Jadi SIAPAKAH RABBI PEMIMPIN JEMAAT PERDANA?
SEJAK ABAD 1, RABBI JEMAAT PERDANA ADALAH USKUP-USKUP DI GEREJA RASULIAH.

Senin, 14 Desember 2015

AJARAN LAHIR KEMBALI DAN MENJELMA KEMBALI

AJARAN LAHIR BARU dan MENJELMA KEMBALI
oleh, Rt.Rev. Bishop Nicholas, CKC
Dua kata “Kelahiran Kembali/Lahir Baru” (Re-birth) dan “Menjelma Kembali” (Re-incarnation) seringkali digunakan bergantian. Namun, re-inkarnasi adalah khusus – ini merujuk pada “roh” yang tak punya tubuh fisik memasuki kembali tubuh fisik untuk memulai penjelmaan di bumi. (Ayub 1:21a). Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi. (Ibrani 9:27)
Manusia mati secara fisik di bumi, setelah mati rohnya masuk Alam Roh (Spirit Plane) atau Sheol dan dihakimi apakah sudah layak masuk Firdaus atau tidak, jika tidak ia akan menjelma kembali dalam daging melalui kandungan seorang ibu di bumi menjadi orang lain dan kehidupan yang lain sesuai Tabur Tuai yang dilakukannya saat masa hidup sebelumnya. (Galatia 6:7-10).
Roh ini mengambil daging menjadi identitas baru di bumi untuk menjalani sekolah kehidupan dan setelah ia mati maka ia akan dihakimi kembali satu kali dalam identitasnya baru itu. Proses ini paling lama terjadi 21 kali masa siklus di bumi sampai “roh” ini percaya kepada Maran Yeshua sebagai Juruselamat dan ditebus melalui pengorbanan Maran di kayu Salib untuk membayar hutang-hutang dosanya. (1 Korintus 6:20)
Roh ini sampai masuk kedalam Jalan, Kebenaran, dan Hidup serta belajar Torah Mshikha agar bisa masuk ke Firdaus:[1]
Aku adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Torah dan Jalan Hidup yang Aku ajarkan itu adalah Aku. Aku adalah Torah dan Torah itu adalah Aku. Tidak ada yang sampai kepada Bapa jika tidak melalui Aku. (Yukhanan 14:6)
Kelahiran Kembali/Lahir Baru (Rebirth) bisa juga maksudnya ini, tapi ini seringkali digunakan dalam arti kiasan (metaphorically) untuk merujuk kepada kelahiran kembali secara rohaniah (spiritual re-birth), sebagaimana Mshikha gunakan istilah dalam diskusi dengan Rabbi Mar Nikodemus. (Mar Yukhanan 3) Rabbi Mar Nikodemus bertanya Apakah yang sesungguhnya Dia maksudkan adalah re-inkarnasi (Ibrani: Gigul), tetapi Yeshua berkata bahwa bukan itu apa yang Ia maksudkan dalam hal ini – Dia sedang berkata bahwa seorang manusia harus dilahirkan kembali dari sang Roh sebelum ia bisa mencapai Sorga. Dalam kata lain, ia harus membuang pikiran duniawi dan menjadi rohaniah.[2]
Istilah “Lahir Kembali” (Re-birth) juga digunakan untuk merujuk kepada “pertobatan”, “baptisan/mikveh”, “peneguhan” atau suatu peristiwa perubahan-hidup lainnya dalam pengertian memulai ulang (re-start) dalam inkarnasi yang sama. Ini juga bisa digunakan untuk merujuk kepada jiwa yang masuk kedalam hidup setelah mati atau jiwa masuk kedalam alam jagat rohaniah khusus.

Kelahiran Kembali (Rebirth) dan Baptisan
Penggunaan istilah, “kelahiran kembali” dalam Mar Yokhanan 3: 6 tidak sama dengan istilah re-inkarnasi,[3] meskipun banyak yang dikatakan tentang salah satu berlaku untuk yang lain. Dalam bagian “Lahir Kembali” mengacu pada pembaharuan spiritualdihubungkan dengan Sakramen Pembaptisan (Mikveh Air) dan Peneguhan (Mshikhna), dan Mshikha menekankan bahwa ada persyaratan ganda; seseorang harus dibaptis sebagai penghapusan simbolis dosa dan kita harus menerima pencurahan daya kuasa dari Ruakh ha-Kodesh, dengan demikian menggambarkan sebagai mandi pada penerimaan dalam banyak cara yang sama seperti air secara tradisional dituangkan ke tubuh orang yang dimandikan pada zaman kuno.
“Orang yang telah diurapi” (Mshikhna) merujuk pertama kali terhadap pengurapan tubuh fisik telah menerima Pembaptisan danPeneguhan (Confirmation), tapi saya jelas tidak keberatan jika dikaitkan kepada Galatia 3:27, meskipun saya pikir itu berhubungan dengan ide setelah menganut Ajaran-ajaran Mshikha, orang harus juga memperlihatkannya dalam kehidupan kesehariannya.
Dalam pengurapan Minyak (mshikhna) dalam sekte Kristen Pentakostalisme-Kharismatikisme selalu dikaitkan kepada Glossolalia(ucapan meracau tak jelas) atau berbicara dalam lidah bukanlah sesuatu yang terjadi secara rutin – meskipun dalam beberapa gereja perasaan emosi ekstrim terkadang menyebabkan mengoceh tidak terkendali sehingga terjadi kesalahan untuk hal itu. Benar Glossolalia terjadi ketika antusiasme pembicara begitu terlarut kepada kuasa Roh Kudus sehingga pemikiran dibalik kata-katanya yang dikeluarkannya benar nyata oleh kuasa Roh Kudus, agar mereka bisa diterima oleh orang lain meskipun mereka tidak dapat mendengar atau memahami kata-kata yang diucapkan itu. Inilah yang terjadi dalam Kisah Para Rasul 2:6-8, ketika kata-kata dari Para Rasul didukung oleh pemikiran begitu kuat bahwa ucapan-ucapan diterima langsung oleh para pendengar. Pemikiran itu sendiri tidak tergantung pada bahasa, tetapi masing-masing individu cenderung berpikir dalam bahasa mereka sendiri dan oleh karena itulah yang terjadi ketika pikiran-pikiran Para Rasul menjangkau kerumunan orang banyak itu, masing-masing merasa mendengarpikiran-pikiran itu sebagai kata-kata dalam bahasa mereka sendiri, sebagai penjelasan dari perkataan yang didengar itu.

Jadi bukan seperti ucapan meracau yang kita lihat dan dengan dalam kalangan sekte Kristen Pentakostalisme-Kharismatikisme yang salah tafsir terhadap peristiwa dalam Jemaat Rasuliah Katolik kuno di Korintus dalam bimbingan shleeha Mar Shaul ketika itu, ini dua situasi ekstrim berbeda.
Apa yang kita lihat dalam komunitas-komunitas Pentakostalisme – Kharismatikisme abad ke-2 M., di Frigia Asia Kecil yang dipimpin oleh bekas Imam Pagan yang memeluk keyakinan Kristen bersama anak-anaknya perempuan, memunculkan ajaran paganisme kembali dengan fenomena ekstasi (semacam kemasukan roh) dengan berbahasa lidah (glossolalia) dan berbagai macam penglihatan-penglihatan secam ilusi dalam pikiran.
Gejala ini akhirnya dikutuk oleh semua Gereja-gereja Kristen Kuno Rasuliah. Namun, gejala ini terus menjalar secara estafet muncul tenggelam dalam Kekristenan Barat, terutama komunitas-komunitas yang tidak memiliki mata rantai suksesi rasuliah sampai ke zaman modern, dan puncak perkembangannya tahun 1960-an di Topeka Kansas Amerika Utara mulai pergerakan aliran Montanisme yang disebut Pentakostalisme-Kharismatikisme.
Jelas gejala semacam ini bukan seperti yang dimaksudkan oleh Para Rasul yang banyak tercatat dalam Kitab Suci dalam Tradisi Suci Rasuliah.
Kita tahu bahwa kuasa dan otoritas sang Roh Kudus, dituangkan ke atas Para Rasul pada hari Pentakosta (Ibrani: Savu’oth) dan kemudian diteruskan oleh mereka Para Penganti Rasul yang tertahbis, sepanjang banyak generasi, telah diterus sampaikan kepada saya dan diterus sampaikan dalam hal yang sama seperti itu melalui saya kepada anda. Oleh karena itu ketika imam sah ditahbiskan sebagai imam atau uskup memanggil sang Roh Kudus atas beberapa orang atau suatu hal. Dia sungguh turun dengan cara yang mirip dengan saat bagaimana Dia turun pertama pada hari Pentakosta (Savu’oth), meskipun itu kepada jenjang lebih rendah. (Meskipun pada kesempatan langka dan khusus saya telah menjadi penerima sangat signifikan turun-menuangkan kekuasaan-Nya)
 Keterkaitan Lahir Kembali dengan Reinkarnasi dalam Keselamatan
Sudut pandang Gereja Katolik Liberal, perihal “sejauh apa pun engkau melangkah pergi dan pada akhirnya kembali kepada Alaha sang Bapa” adalah sama sudut pandang dengan apa yang kita yakini, dan yang diyakini Jemaat Rasuliah Kuno – tidak jadi soal betapa jauhnya individu melanglangbuana menjauh dari Alaha, jiwa itu pada akhirnya kembali kepada-Nya, sebab itu adalah Kehendak-Nya; Dia menghendaki semua manusia diselamatkan dan memperoleh pengetahuan kebenaran (1 Timotius 2: 4) dan dalam pelarian yang lama Kehendak-Nya harus selalu terwujud. Dosa pada dasarnya sesuatu yang menyebabkan kita berbalik menjauh dari Alaha dan dengan demikian menunda perjalanan kita kembali kepada-Nya.[4]
Origenes pastinya mengalami masa susah dari perihal itu bersama Demetrius dari Alexandria, tapi ia punya kekuatan pendukung juga, khususnya Uskup-uskup Yerusalem dan Kaesarea, dan pada akhirnya ia mendirikan kembali sekolah tinggi teologinya di Kaesarea, dan dari sekolah ini, beberapa tahun kemudian, muncullah Uskup-uskup ternama seperti pakar Sejarah Gereja, Eusebius, Mar Basilius Agung, dan Mar Gregory Thaumaturgus. Namun, sayangnya, ketika Kekaisaran Romawi mengalami kemerosotan dan sebagaimana Kekeristenan mengakomodasi sistem keisaran itu sendiri bagi aturanya sendiri sebagai Agama Resmi dari Kekaisaran yang tadinya Pagan, banyak dari ajaran-ajaran mistisnya menjadi tidak dihormati dan bahkan ditolak seketika itu juga. Ini terjadi di Timur dan Barat, meskipun Gereja Barat (Latin), dipimpin oleh Mar Agustinus dari Hippo tampaknya lebih ekstrim dari pada Gereja-gereja Timur (Yunani, dan lainnya).
Gereja-gereja Timur Jauh (yang menggunakan bahasa Syriak) menentang tendensi ini jauh lebih lama, dan dalam beberapa kasus mempertahankan doktrin-doktrin (seperti kodrat Feminitas dari sang Roh Kudus) hingga setelah abad ke-4 M. Reinkarnasi umumnya tenggelam di Barat dari akhir abad ke-4, sementara wilayah Timur Jauh, khususnya di Cina dan India konsep ini dilestarikan paling sedikit 500 tahun kemudian sesudahnya (Abad ke-10).
Sudut pandang Gereja-gereja Mapan Ortodoks dan Roma tentang Ajaran-ajaran Origenes tersebar luas justru akibat 15 Anathema yang difatwakan menentang Origenes melalui Konsili Konstantinople Kedua, yakni 300 tahun setelah beliau wafat. Sejak masa itu kebanyakan Ajaran-ajaran Rasuliah sudah korup atau diplintir untuk berkompromi dengan persyaratan-persyaratan Kekaisaran pemerintahan Romawi dibawah kaisar Justinian.[5] Barangkali ini sangat signifikan bahwa saat itu istrinya, Maharani Theodora yang biasanya menghargai dengan mengatur konsekrasi dengan diam-diam Yakobus dan Sergius bagi Gereja Syria, melalui mereka inilah menurun rohaniawan Syria modern, termasuk garis Suksesi Rasuliah kita sendiri.
Signifikansi harus menunggu 300 tahun untuk mengutuk ajaran-ajaran seseorang yang tidak bisa lagi membelanya. Origenes barangkali pakar teologi Kristen terbesar dari zamannya ketika ia adalah alat yang hebat mempertobatkan sejumlah pemimpin Gnostik terkenal; pastinya pada zamannya, hanya sedikit orang yang mampu berdebat menantang dia. Sekarang ini, banyak volume tulisan-tulisannya sudah hilang dan kita tidak tahu apakah atau tidak klaim-klaim yang dibuat oleh Konsili perihal ajaran-ajarannya adalah akurat, dan setelah mempelajarai dengan seksama perihal anathema secara rinci, saya bisa katakana bahwa cara mereka menuliskan perkataan tidak selalu mengutuk apa yang dituduhkan kepadanya dan diajarkan, tapi mereka yang mengikuti ide-ide itu dan bukan ajaran lain. Dengan demikian meskipun saya pastinya tidak akan berkata bahwa Origenes selalu benar dalam segala sesuatu yang ia ajarkan, ini jelas bahwa ia sangat lebih dekat pada Zaman Rasuliah dari pada mereka yang mengkritiknya, dan dengan demikian sepertinya lebih mengikuti tradisi mereka. Apa yang terjadi sejak saat itu kemudian, yakni sisi mistik Kekristenan secara umum dihancurkan oleh usaha-usaha lembaga duniawi untuk mempertahankan teologi legalistik,yang akan melayani keinginan Kekaisaran pertama, Roma, setelah itu setiap pemerintah duniawi yang membuatnyanya menjadi ketetapan iman.
Sebagaimana dikatakan bahwa ide apokatastasis adalah bida’ah, yang akan bergantung tepatnya bagaimana istilah didefenisikan, tapi sejak hal itu digunakan oleh Mar Keppa dalam Kisah Para Rasul 3:21 ketika ia berkata perihal Yeshua: “ܕܠܗ ܘܠܐ ܠܫܡܝܐ ܕܢܩܒܠܘܢ ܥܕܡܐ ܠܡܘܠܝܐ ܕܙܒܢܐ ܕܟܠܗܝܢ ܐܝܠܝܢ ܕܡܠܠ ܐܠܗܐ ܒܦܘܡܐ ܕܢܒܝܘܗܝ ܩܕܝܫܐ ܕܡܢ ܥܠܡ ܀
yang atas Dia (Yeshua), ini adalah pantas bagi Shamayim bahwa mereka akan menerima Dia, hingga kegenapan waktu PEMULIHAN (tikkun l’olam/ apokatastasis)[6] bagi segala sesuatu yang Alaha telah sabdakan melalui mulut dari Qadishe Nabiyauhe-Nya {Nabi-nabi Kudus-Nya} yang ada dari kekekalan. Saya pikir saya berpihak pada sisi Mar Keppa dari pada menentangnya.
Saya setuju bahwa Mshikha menderita demi umat manusia bukan Para Malaikat atau yang lainnya – Itulah sebabnya Ia menjadi seorang Mahluk Manusia; Dia tidak hanya mengenakan pada diri-Nya sendiri kemunculan dari seorang Manusia – Dia menjadi seorang Manusia dan Dia berbuat demikian agar Dia bisa menderita dan mati. Tapi tidak berarti bahwa Dia tidak menolong yang lainnya para orang suci dan para malaikat untuk mencapai menuju jenjang lebih tinggi kesempurnaan, sebab Mshikha tidak hanya Alaha Sempurna dan Manusia Sempurna, Dia juga adalah Guru Sempurna pada setiap tahap perjalanan antara manusia dan Alaha, dan Dia berkehendak bahkan pada masa waktu tertentu mengajar para mahluk malaikat Seraphim, sekalipun mereka masih belajar dari Alaha Mahakuasa.
Saya juga setuju bahwa “setiap mahluk” yang juga bahkan binatang-binatang boleh jadi diselamatkan melalui Mshikha – tapi mereka akan perlu direinkarnasikan sebagai mahluk manusia sebelum mereka bisa mendapatkan manfaat penuh Pengorbanan-Nya dan pesan para murid-Nya ajarkan. Mar Francis Agung dari Assisi, tampaknya menafsirkan perintah ini begitu literal pada waktu itu, ketika tidak ada pendengar yang datang lainnya, ia berkata yang sebenarnya berkotbah kepada burung-burung dan binatang buas.
Saya juga setuju bahwa semua Ciptaan pada akhirnya kembali kepada Alaha, dan sebenarnya tidak ada yang bisa dimusnahkan, selain diubahkan kedalam sesuatu yang lain. Teori Einstein memiliki aspek itu yang seringkali tidak disadari. Benda, ia berkata bisa diubah menjadi energi, dan melalui reaksi nuklir ini terjadi saat atom berat seperti uranium dipecah; akibatnya fragmen-fragmen berkurang dalam berat total dari pada awalnya dengan perbedaan (sekitar 3%) menjadi dikonversi kedalam energi. Serupalah saat dua atom ringan (hidrogen) digabungkan untuk membentuk atom lebih berat (helium) ada kehilangan kecil massa benda. Dalam kedua kasus tersebut porsi kecil dari benda dikonversi kedalam energi, tapi dalam reaksi benda – antibenda ada 100% perubahan! Maka begitulah juga dengan tubuh fisik kita yang akhirnya akan berhenti ada dan ketika tubuh ini mati kita akan berfungsi sebagai keberadaan murni roh, muncul bersama kita dari keadaan bendawi, 100% dari semua pengetahuan dan pengalaman diperoleh. Dan hanya ketika kita mendapatkan pengalaman yang cukup, menyelesaikan semua karma bumiah dan belajar dari semua pelajaran yang dunia fisik bisa ajarkan, bahwa kita akan menjadi bebas dari keperluan kembali ke bumi lagi.
Saya tidak mengatakan bahwa Alkitab mengatakan Alaha menghancurkan benda; Dia menghancurkan BENTUK dari kota-kota menjadi rata, ya; tapi unsur-unsur fisiknya tidak diubah menjadi energi – kota-kota singkatnya kembali kepada keadaan semua kedalam lapisan kulit bumi – barangkali dilelehkan melalui panas ekstrim dan diserab kembali kedalam mantel bumi, atau barangkali hanya ditutupi dengan puing-puing reruntuhan, dan masih menunggu penggalian para ahli arkeologis.
Saya tidak akrab dengan  tulisan-tulisan Mar Sadhu Sundar Singh, tapi saya setuju bahwa Manusia tidak pernah bisa dimusnahkan. Tubuh fisiknya bisa, tapi hakikat rohnya[[7]] – Percikan Ilahi didalamnya – tak pernah bisa dimusnahkan.
Argumentasinya untuk membuktikan bahwa Alaha tidak pernah Menciptakan sesuatu yang begitu mudahnya untuk dimusnahkan sebab ciptaaan semacam itu juga baik adanya.[8] Jelasnya jika Ia memusnahkan, itu akan membuktikan bahwa Ia membuat kesalahan dalam menciptakannya pertama kali, sementara jika kita percaya bahwa Dia mengetahui segala sesuatu dan tidak pernah membuat kesalahan, secara alamiah ciptaan mengikuti bahwa semua Ciptaan-Nya pada akhirnya akan diselamatkan, tak jadi soal seberapa lama hal itu akan terjadi. Itulah salah satu hal yang Alaha adalah bebas dari kesalahan dan Ia sempurna adanya,[9] dan sebaliknya kita kurang – waktu – banyak kali – semua waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan-Nya Keselamatan bagi Semua.
Sebagaimana untuk mencoba menggambarkan pengalaman-pengalaman mistik bagi orang yang sepenuhnya materialistis – ini sama saja seperti mencoba menjelaskan warna khusus kepada orang yang buta sejak lahir. Jalan satu-satunya kemungkinan untuk melakukan itu dengan menggunakan imajinasi, simbol dan kiasan seperti perumpamaan-perumpamaan yang Mshikha gunakan untuk mencba mengajarpelajaran-pelajaran rohaniah kepada Para Murid-Nya dan orang-orang secara umum. Kita diberitahu bahwa Ia hanya bisa berbicara kepada orang – orang dalam perumpamaan sebab mereka tidak mampu memahami banyak hal dari apa yang Ia sedang ajarkan kepada para murid. Kita juga diberitahu bahwa Ia menjelaskan “segala sesuatu kepada para murid-Nya “ketika mereka sendirian” (Mar Markus 4:34), tapi ada sesuatu yang melampaui di luar pemahaman mereka bahkan para murid-Nya, pada waktu itu, sebagaimana Dia jelaskan kepada mereka dalam Mar Yukhanan 16: 12 saat Dia berkata “Aku punya banyak hal untuk Kukatakan kepadamu tapi kamu tidak bisa menanggungnya sekarang.” Tapi, setelah Turun Ruakh Ha-Kodesh Dia berjanji kepada mereka bahwa Ruakh ha-Kodesh akan “Membimbing kamu dalam segala sesuatu akan Kebenaran”. (ayat 13) Ini mengindikasikan bahwa itu bahkan jiwa-jiwa kudus masih bisa belajar lebih dan/ atau berkembang secara rohaniah dari waktu ke waktu melalui pengalaman.
[1] Alaha telah menakdirkan bahwa keselamatan itu dalam Yeshua Mshikha yang sudah ditetapkan Alaha sebelum dunia diciptakan bagi kemuliaan Alaha (Efesus 1:4). Itulah sebabnya Mar-Yah Yeshua Mshikha bersabda, “Aku adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Ajaran [Torah] yang Aku ajarkan itu adalah Aku. Aku adalah Torah dan Torah itu adalah Aku. Dan tidak ada yang sampai kepada Bapa jika tidak melalui Aku.” [Lihat, Beshora Mar Yukhanan 14:6]. Untuk mencapai keselamatan itu tidak hanya Iman kepada-Nya, tetapi juga harus melakukan Perintah-perintah-Nya (Mitzvoth ha-Torah) yang disebut berbuat baik. (Yukhanan 14:15:15:14) sehingga tiap lutut bertekuk dan tiap mulut mengaku bahwa Yeshua adalah Mar-Yah! (Filipi 2:10-11). Inilah dengan sederhana dijelaskan Mar Yakov: “Iman tanpa perbuatan adalah mati. (Igeret Mar Yakov 2:26). Memang Iman dan perbuatan baik tidak bisa cukup sempurna bagi keselamatan dan pengudusan. (1 Keppa 1:16) Dengan demikian puncak akumulasi iman dan perbuatan baik kita melalui Pengorbanan Yeshua Mshikha di kayu Salib sebagai mezbah semestawi dan diri-Nya sebagai Kohen ha-Gadol (Imam Besar) menurut Aturan Melkisedek (Mazmur 110:4; Ibrani 8:1-13; 9:11) mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai Anak Domba (Yukhanan 1:29, 36). Dengan demikian Ia telah lunas membayar semua hutang dosa-dosa kita. (1 Korintus 6:20) dan setelah kenaikan-Nya ke Shamayim, Ia telah mentahbiskan serta mendelegasikan Keimamatan-Nya kepada Para Rasul 12 dan Murid-murid 70 dengan memberikan otoritas dan kuasa untuk melepas dan mengikat dosa (Mattai 16:19; Yukhanan 20:23) yang disebut sebagai Sakramen Pengakuan Dosa. (1 Yukhanan 2:1-2; Yakov 5:14-16) Fungsi Para Rasul dan Murid di sini adalah menggantikan fungsi Keimamatan Harun-Lewi dalam Bait Suci menurut Torah Musa, sekarang dalam Yeshua sang Imam Besar Melkisedek diwakilkan oleh mereka yang ditahbiskan Para Rasul kepada Para Uskup dan Imam melalui proses Tahbisan Suksesi Rasuliah (Kisah 14:23; 13:1-3; 2 Tim.1:6) yang tidak putus sepanjang zaman hingga Maran datang kembali ke bumi. Inilah pemahaman Soteriologi Iman Rasuliah Nasrani yang Katolik dan Ortodoks yang cukup luas pemahamannya.
[2] Lahir Baru (Kelahiran Baru) artinya perubahan dalam pola pikir dalam akal budi, kehendak, dan karna yang ada dalam jiwa. Contoh, tadinya ia seorang perampok, sekarang berubah total menjadi tidak merampok lagi. Ada perubahan aspek hidup yang total dalam segala hal. Ini identik dengan yang disebut “Pencerahan.” Ini terkait erat dengan Pertobatan Total (Ibrani: Teshuva)sehingga efek dari pertobatan ini menerima Pengampunan dari dosa-dosa masa lalu. Jadi Baptisan/Mikveh adalah sarana dan deklarasi pertobatan ini. Jika seseorang yang dimikveh tidak ada perubahan hidup, maka ia tidak mengalami “kelahiran kembali” dan ritual yang dilakukan itu hanyalah sekedar mengikuti saja dan tidak murni. Sehingga kita berkata tidak semua orang yang datang beribadah di Rumah Tuhan tulus dan murni hatinya, ada yang datang hanya karena faktor tertentu yang hanya orang itu yang tahu dan Alaha.
[3]  Sebaliknya, Reinkarnasi itu berbeda. Manusia harus mati dahulu dan rohnya masuk kedalam Sheol lalu dihakimi, tetapi tidak semua orang sudah sempurna hidupnya saat ia mati. Saat diadili di alam roh, ia mengalami saat merenung dan memilih apakah ia harus membayar perbuatan-perbuatan yang ditaburnya saat dalam daging. Jika kita menabur dalam daging maka kita wajib membayarnya dalam daging. Jika hukuman ini dibayar di alam roh bagaimana membayar tabur tuai dalam daging sementara roh tak punya tubuh lahiriah? Maka di sinilah peran reinkarnasi terjadi. Jiwa-roh harus menjalani membayar hutang dagingnya di bumi dengan jalan kembali menjelma melalui kelahiran bayi dengan identitas baru sesuai porsi tabur tuai yang akan dibayarnya. Itulah sebabnya ada perbedaan nasib orang saat di bumi; ada yang lahir cacat, ada yang enak hidupnya, ada yang jahat sekali, dan berbagai macam kehidupan dan karakter dan tabiat. Jiwa-roh identitas baru ini juga berproses alamiah dan mengalami kematian dan dihakimi satu kali dalam identitas barunya itu. Pada umumnya setiap penjelmaaan kembali roh mengalami tahap perkembangan naik lebih tinggi dari sebelumnya. Titik akumulasi dari tiap reinkarnasi sampai mereka bertemu dan berlutut dan mengaku Yeshua adalah Mar-Yah (Filipi 2:10-11).
[4] Talmud (Sanhedrin 105a; Rosh Hashanah 17a; Lihat juga Tosefos pada Sanhedrin 13b) menyatakan orang fasik dari semua bangsa akan masuk ke Gehenom (Neraka), dan orang benar dari semua bangsa, Yahudi dan non-Yahudi sama saja, akan masuk Gan Eden (Sorga). Rambam (Maimonides) menulis bahwa orang yang mencapai pengetahuan Alaha dan mengikuti Sheva Mitzvot B’nei Noach (7 Mitzvoth Nuh) dipandang “orang saleh,” dan akan masuk Sorga. (Hilkhot M’lakhim 8:14; Hilkhot Teshuva 3:5) Rav Yisrael Lipschutz, Tiferet Yisrael, menulis bahwa bahkan banyak diantara Bangsa-bangsa lain masuk kedalam Sorga. (Yakhin, Sanhedrin 10:2) Sebagaimana ia berkata, bahkan tanpa kata-kata kudus para ahli kitab kita memberitahukan kepada kita [contoh, orang saleh Goyim mendapatkan hak masuk olam ha-ba], kita tahu dari intelektual kita sebab “Alaha adil dalam jsemua jalan-jalan-Nya dan penuh kebaikan dalam semua perbuatan-perbuatan-Nya.” Kita lihat bahwa banyak Bangsa-bangsa yang saleh mengakui sang Pencipta, percaya dalam Keilahian yang dicatat Kitab Suci, bertindak penuh kasih sayang kepada kaum Israel, dan beberapa sudah melakukan hal yang luar biasa bagi seluruh dunia. (lihat pada bagian belakang artikel ini, “Artikel: Samudera Luas Persekutuan Orang – orang Kudus”)
[6]  Teologi Tikkun l’Olam (Yunani: apokatastasis, artinya “pemulihan”). Tikkun olam (Ibrani: תיקון עולם or תקון עולם) (literal, “pemulihan dunia”, atau “konstruksi bagi kekekalan”) adalah konsep dalam Yudaisme yang dikembangkan Para Rasul sendiri. Contohnya saat Shleeha Mar Keppa berkotbah di Serambi Salomo di Bait Suci (kisah 3:21). Justru Gereja-gereja Kristen menolak Ajaran Rasuliah ini sejak abad ke-4 setelah Gereja lebur dengan Kerajaan Romawi Byzantium dengan menolak Ajaran Rasuliah dengan teori “Penghancuran Total Alam Semesta.” Mereka menolak teologi restorasi karena kebencian buta terhadap Yudaisme, pada hal Rasul Simon Keppa mengajarkan “Restorasi dunia” bukan “Penghancuran Total Dunia”, dan mereka menolak Ajaran Rasuliah dengan menganggapnya “bida’ah.” Gere-gereja Rasuliah ini disebut Gereja-gereja Neo-Ortodoks yang adalah penyesat dan mengajarkan teologi Pengganti dari “ajaran-ajaran tradisi konsensus rasional manusia melalui konsili-konsili yang penuh dengan adopsi sinkretisme paganisme.” Shleeha Mar Yukhanan menegaskan kembali dalam Wahyu 21:1-2 perihal Teologi Tikkun l’Olam ini.
[7] Paling inti dalam diri manusia adalah “roh” yang abadi dan tak bisa dimusnahkan. Tubuh jasmaniah adalah pembungkus dari roh, itulah sebabnya jika disebut “mati” adalah tubuh fisik yang unsurnya dari bumi. Jadi yang ber-inkarnasi itu “roh”, sedangkan kelahiran baru (rebirth) adalah “jiwa” yang mendapatkan pencerahan dalam akal budi, kehendak, dan karsa.
[8]  Kejadian 1:31
[9]   Ulangan 32:4; Mattai 5:48