Senin, 08 Februari 2016

Perbedaan Siddur (Liturgi) Ibadah Nasrani dan Kristen Mesianik


Benyamin Obadyah Jemaat Haderekh tetap ibadah di Bait suci n sinagoga yg baru terpisah pd akhir abad 1 awal abad 2. Kl mrk doa bersama di rumah ada bukti mrk pakai doa spontan khususnya saat mrk dianiaya. Cek di kis 3-4. Jd imam/kaZan umumnya di bait ato sinagog dan aturan doanya yg judaism abad 1... Yg beda dg yg diklaim sbg jemaat purba goyim spt syria otthodox
Ilyasa Bin IrmiYah Simple saja Pak Ben, siddur yg bapak pakai ini warisan siapa? Atau bikinan atau adaptasi siddur perushim... Simple aja...
Aldo Tulung Allo Iya, mungkin kita bisa sama sama telusuri dr siddur yg kita pakai.
Umat Nasrani tdk pernah memakai siddur sembarangan.
Siapa yg buat siddur Mesianik anda pak Benyamin? Kapan dibuatnya?

SILSILAH KEPEMIMPINAN NASRANI

SILSILAH
Silsilah itu penting untuk menunjukkan "identitas valid" dari suatu turunan. Mereka yang memiliki silsilah akan belajar sejarah silsilahnya sendiri sampai ke akar awalnya. Demikian juga Alkitab banyak mecatat tentang Silsilah ini untuk bukti o
tentik bahwa Ajaran-ajaran Agama Israel bukan berasal dari "mitologi" yang tidak terjadi dalam sejarah hanya merupakan karya sastra untuk menyampaikan moralitas saja. Agama Israel adalah agama SEJARAH yang disaksikan oleh 46000 mata dewasa di Padang Gurun Sinai.

Kelanjutannya dilestarikan oleh Suku-suku Israel sampai hari ini. Bangsa Israel adalah "Saksi-saksi YHVH (Mar-Yah) - Yesaya 43:10. Jadi yang dimaksud Saksi-saksi MarYah ini adalah kaum Yahudi (Israel) keturunan saja dan bukan Saksi-saksi Jehova dari Brooklyn - New York tahun 1909 yang diorganisasikan oleh Charles Taze Russel kelanjutan dari pergerakan William Miller yang gagal memprediksi kedatangan Tuhan kedua kalinya tahun 1884 dan juga bukan "kaum Sisa" yang diklaim gerakan Millerit yang sama, Gereja Adventisme Hari Ketujuh yang sama-sama baru lahir ke dunia abad ke-19.

Sementara Saksi-saksi MarYah lahir sekitar tahun 1500 S.M., yang kelanjutannya adalah Yudaisme Rabbinik yang diformulasi tahun 100 M., oleh Jonathan Gamaliel pada saat Konsili Yavneh di mana mereka kembali kepada sistem Rabbinik masa Pembuangan Babilon yang tanpa Bait Suci (abad ke-6 S.M) sampai sekarang.

Kedua adalah Gerakan Yeshua ha-Notzri yang dikenal sebagai Para Pengikut Jalan Tuhan yang disebut "Jalan Nasrani" (Kisah 24:5). Jemaat Yahudi Perdana dipimpin oleh Paqid/Uskup Mar Yakov ha-Tzadik saudara Maran. Jemaat ini adalah yang langsung didirikan Maran Eashoa d'Msheekha (Mattai 16:18-19) yang berdasarkan Nabi-nabi, Para Rasul dan batu landasannya Eashoa sendiri (Efesus 2:20). Para Rasul disebut "Shleeha" artinya "utusan" diutus oleh Jemaat Yerusalem Yahudi untuk melaksanakan amanah agung. (Mattai 28:16 – 20; Markus 16:14-20; Kisah 1:1-14)

Selanjutnya sebelum Para Rasul wafat kuasa dan otoritas yang diberikan Yeshua didelegasikan kepada Para Penatua (Qashishanim; Junior dan Senior) seperti kita baca dalam Kisah 14:23. Dan Paulus juga menerima Pentahbisan Semikha Rasuliah dari Murid 70 dan pengganti suksesi Simon keifas di Antiokia 9Kisah 13:1-3) dan selanjutnya rasul Paulus mendelegasikan kuasa dan otoritas rasuliah yang diterimanya kepada Timotius dan Titus sebagai uskup di Gereja Efesus dan Asia Kecil lainnya (2 Timotius 1:6). Uskup adalah pengganti Rasul dan ini diperintahkan Paulus kepadaTimotius untuk mengangkat Uskup (Penilik) – 1 Timotius 3:1-7.

Dalam hal inilah terjadi pelestarian Ajaran-ajaran Yeshua (Mattai 28:20… ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Aku perintahkan kepadamu…) yang diteruskan Para Rasul kepada Para Penggantinya yang mereka tahbiskan (Kisah 14:23).

Ada banyak Ajaran-ajaran Rasuliah yang tak dituliskan dalam Kitab Suci, salah satunya dilestarikan dalam Kitab-kitab Ibadah (Avodah) yang lebih dahulu ada sebelum Alkitab Perjanjian Baru dituliskan. Ini disitir oleh penulis Injil Yohanes. (Yohanes 21:25)

Silsilah Rasuliah ini diterima melalui proses Semikha (pentahbisan) yang estafet selama 2000 tahun ini, disinilah yang proses PENGENTENAN/PENCANGKOKAN terjadi sebagai kelanjutan Iman Yudaisme Nasrani Perjanjian Baru melalui Para Rasul Yahudi. Ini dikenal sebagai “Gereja-gereja Rasuliah” yang berkarakter MULTI-ETNIS yang pertama sekali istilah ini dilhamkan kepada Rasul Mar Yakov bar Alfeus saat Pencurahan Roh Kudus di Yerusalem (Kisah 2) sehingga terilham Pengakuan Iman, stanza ke-12 mengatakan:
"Aku percaya pada Roh Kudus; Jemaat Katolik Kudus", Jemaat "kahtohli (קתולי)…. (butir ke-12 Pengakuan Iman Rasuli, dibakukan tahun 70 M)

Dalam bahasa Yunani Kath + holon = Katolik, artinya "menurut seutuhnya" atau "semestawi") di mana tidak ada lagi pemisahan umat-bangsa, semuanya satu dalam ha-Mashyakh (Roma 10:12). Kata kahtohli (קתולי) pertama sekali dipopulerkan oleh Uskup Gereja di Antiokia, Uskup Mar Ignatios tahun 108 M. Dia adalah pelanjut suksesi Shleeha Mar Simon Kefas ketiga, dan anak yang digendong oleh Maran Yeshua. (Markus 10:13-16), uskup Mar Ignatios berkata:
"Dimanapun ada uskup, biarlah juga ada jema’ah [umat]; seolah-olah, di mana ada Eashoa d’Msheekha, di situ ada Jemaat kahtohli." -- (Surat Kiriman Mar Ignatius dari Antiokia kepada Jemaat Smyrnaean)
Jadi sebenarnya ada macam Gereja di bumi ini:

1. Gereja – gereja Rasuliah yang dipimpin oleh Uskup, dikenal sebagai Gereja-gereja sakramentalis. Mereka ini selalu berorientasi MELESTARIKAN Ajaran-ajaran Rasuliah Kuno baik LISAN dan TERTULIS, Gereja-gereja ini sudah berusia 2000 tahun. Ada banyak Gereja-gereja Rasuliah di bumi ini karena Gereja-gereja ini juga melahirkan generasi-generasinya sendiri melalui Suksesi Rasuliahnya. Dasar gereja ini adalah Jemaat Nasrani Yerusalem yang diteruskan melalui Penginjilan Para Rasul yang tetap dilestarikan melalui Para pengganti mereka. (Catatan Kitab Suci: Matius 16:18-19; Markus 4:11; Efesus 2:20).

2. Gereja-gereja Reformasi yang sudah sekitar 44000 sekte dan sempalan, yang dilandaskan pada Individu-individu Penafsir Isi Kitab Suci dikenal dengan istilah Reformator. Mereka membangun Ajaran-ajarannya berdasarkan varian ayat-ayat Alkitab sebagai dasar Gereja, bukan berdasarkan KELANJUTAN tetapi RE-FORM (Bentuk Ulang yang tak ada akhirnya…). Sehingga istilah dan slogan bagi mereka: Ecclesia semper reformanda est (Latin for "the church is always to be reformed").

Mereka sama sekali tidak punya hubungan benang sejarah dengan Gereja-gereja Rasuliah. Ini adalah gerakan abad ke-16 yang melepaskan diri dari Gereja Rasuliah Roma Katolik yang pada saat itu Gereja mengalami kemerosotan moral dan adopsi berbagai ajaran-ajaran sinkretis. Titik berangkat gereja Reformasi hanya pada abad ke-16 sampai sekarang, dan tak bisa ditarik garis benang merah mundur ke belakang ke zaman Para Rasul.

Hal ini tentu tidak dipahami kelompok-kelompok Kristen Reformasi Protestantisme yang lahir sejak abad ke-16 yang mana Alkitab sudah dicetak di depan mata mereka sehingga lahirlah doktrin Sola- sola (salah satunya sola skriptura). Jika kelompok-kelompok sectarian non-rasuliah ini protes tidak ada suksesi rasuliah ini kita harus memaklumi mereka yang lahir dari Zaman Reformasi. Perlawanan terhadap Suksesi Rasuliah adalah suatu usaha untuk membuat diri mereka atau entitas mereka eksis, tanpa melawan maka Protestantisme akan ambruk!

Apakah GNI adalah Gereja Rasuliah? Ada banyak suara miring, bagi kami hanya menerapkan “anjing-anjing menggonggong kafilah berlalu”. Mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi kami tahu apa yang mereka katakana. Namun, untuk memperdebatkannya tidak perlu. Wacana telah digulirkan biarlah waktu yang akan menjawabnya.

Akhir kata, Silsilah itu penting untuk menunjukkan diri anda siapa. Orang lain tentu tidak mengenal silsilah anda dengan benar sebab akan penuh prasangka, cibiran, dan multi-tafsir. Kami tahu diri kami sendiri dan bukan anda lebih tahu siapa kami. Jika anda lebih tahu tentang kami dari pada diri kami sendiri maka ini suatu hal yang tak mungkin! Orang boleh berandai-andai silahkan saja!

Lilith istri Adam

DONGENG FIKSI LILITH?

Mitologi Yahudi itu banyak sekali dan banyak didokumentasikan dalam Talmud Bavli; sejak masa Pembuangan di Babel, para rabbi Yahudi getol sekali mengajarkan Torah dengan harapan untuk menebus dosa-dosa mereka. Muncul sekolah-seko
lah kerabian yang dikelola para rabbi dibawah kekuasaan penguasa-penguasa kecil (Gaon) Yahudi. Di sinilah mereka mengembangkan, adopsi dan sinkretis terhadap agama-agama Timur yang dipoles sedemikian rupa menjadi keyahudian.

Contoh, salah satu dongeng itu yang disebut “Lilith” yang sebenarnya banyak suku bangsa memiliki dongeng yang sama ini. Begitu juga tentang roh jahat sibbia jika tidak membasuh tangan nanti roh jahat masuk kedalam tubuh melalui makanan. Ini hanya metode mengajar yang bersifat menakut-nakuti anak kecil untuk mengajarkan moralitas dan Mitzvoth Alaha. Itulah zamannya yang semua serba DONGENG, pada masa zaman modern tidak cocok lagi.

Apakah benar Adam menikah dengan LILITH? Itu adalah salah satu dongeng pengantar tidur para rabbi. Dalam Mistik Nasrani Yahudi tidak diajarkan dan dilarang mengadopsi cerita-cerita Midrashic Yahudi semacam itu. Mistik Nasrani mengajarkan: Hawa adalah Percikan Api Ilahi Feminim dari sisi Maskulin Adam sehingga kita kenal istilah SOUL MATE. Alaha menciptakan roh manusia adalah “utuh” awalnya tetapi saat turun bersentuhan dengan material terpecah menjadi Maskulin dan Feminim. Setelah menjadi daging ia bersatu kembali yang disebutkan dalam Kitab Melkisedek yang dikutip Musa dalam Kitab Kejadian 2:24. Ini salah satu pengajaran perkawinan MONOGAMI secara tersirat dan dalam Perjanjian Baru Maran Yeshua katakan bahwa manusia itu sama seperti malaikat (Lukas 20:36) bahwa kelak feminitas dan maskulinitas manunggal sehingga menjadi NETRAL seperti malaikat yang tak punya jenis kelamin.

Menyangkut Dongeng-dongeng Yahudi rasul Paulus dengan keras memperingatkan Jemaat Rasuliah Kolose untuk menjauhi guru-guru Yahudi tukang pendongeng ini (Kolose 2:16-23) dan begitu juga Uskup Timotius untuk menjauhi guru-guru palsu Yahudi tukang pendongeng ini (2 Timotius 2:16; 1 Timotius 1:4) sebagaimana kita tahu bahwa anggota-anggota Jemaat Rasuliah pertama di tiap kota mayoritas adalah orang Yahudi semua.

Itulah sebabnya Jemaat Nasrani Yahudi tidak memakai Talmud Bavli ataupun Talmud Yerusalem, dan folklore budaya Yahudi. Ada banyak sekali cerita isapan jempol dan tafsir kitab Tanakh yang kontradiktif dengan Nasrani. Jika dibahas satu persatu butuh waktu yang panjang dalam Pembelajaran Kitab Tanakh yang jumlah ulasan halamannya beberapa ribu halaman yang nantinya diulas semua tafsir-tafsir rabbi Yahudi sinkretis ini.

Inilah salah satu yang kami selalu waspadai dengan peringatan Maran Yeshua “waspadai Ragi Farisi” adalah berbagai Tafsir (Mattai 16:6) yang Yeshua katakan sebagai; “MENURUT ADAT ISTIADAT NENEK MOYANGMU…”

Jadi apa yang diungkapkan Sdr. Yakov Baruch, bagi kami Nasrani itu hanya “tafsir nenek moyang” bukan fakta otentik dan kebenaran yang sesungguhnya. Bagi mereka yang baru tahu anggaplah ini sebagai cerita-cerita angin lalu saja bukan menjadi dasar Iman.

Semoga menambah wawasan pengetahuan kita bersama.

Poligami

Masalah pelarangan Poligami secara eksplisit, Mitzvath dari Alaha langsung tidak ada satu ayat pun dalam Tanakh. Hanya jika mengembangkan secara implisit (tersirat) bisa dirasionalkan dengan Alaha menciptakan satu pria dan satu wanita (Adam-Hawa). Kita hanya bisa mendasarkan konsep Monogami secara tersirat saja melalui kisah penciptaan Adam-Hawa. Dalam perjalanan sejarah manusia yang tercatat kasus Poligami adalah Lamekh dengan dua istri; Ada dan Zila. 

Masalah Poligami ada banyak alasan rasionalnya; bisa saja karena kekuasaan, upeti wilayah taklukan kepada penguasa, mengikat perjanjian dengan penguasa suatu wilayah agar tidak terjadi perang, atau alasan klasik yang masih banyak dilakukan sampai sekarang karena faktor "ingin memiliki keturunan langsung" jika istri pertama mandul. Namun, poligami punya efek berkepanjangan dengan rasa keadilan yang tak bisa dilakukan secara transparan dan seadil-adilnya seperti Kasus Abraham dan Sarah yang tak kunjung bisa hamil sehingga Sarah sendiri bertindak memberikan Hagar orang Mesir kepada suaminya agar punya keturunan. dan memang Hagar melahirkan Ismael, tetapi akhirnya terjadi pertengkaran terus menerus diantara mereka. Pada akhirnya, Sarah mengandung setelah didatangi Tiga Malaikat, ia melahirkan Ishak menjadi dikenal 12 Suku Israel dan dari hagar 12 Suku Ismael dan slah satunya suku Kedar menjadi duri dalam daging bagi kaum Israel sampai hari ini. Kasus raja Daud dan Salomo berpoligami juga menimbulkan efek berkepanjangan sampai bangsa Israel dibuang ke Babel. 

Jadi Poligami memang tidak ada perintah langsung tetapi kita bisa menganalisa dampak yang ditimbulkannya. Apakah poligami itu dosa pada zaman Tanakh? Itu tergantung dari bagaimana poligami itu terjadi, yakni atas dasar apa? Sebaliknya, dalam Perjanjian Baru dengan belajar dari dampak Poligami atau Poliandri maka Maran Yeshua menegaskan Matius 19:9 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” Kata "istrinya" adalah bentuk TUNGGAL dengan demikian tidak ada alasan Poligami dalam PB. 

Jikalaupun berbuat zinah bisa diceraikan, lalu kawin lagi, tetap saja harus MONOGAMI. Ini semakin dipertegas rasul Paulus: suami dari satu isteri ... (I Timotius 3:2 dan 12) khususnya bagi rohaniawan sebagai teladan ditengah-tengah umat. Konteks zaman modern, poligami dilakukan ada beberapa alasan yang bersifat dosa: 1. Agar ada keturunan (landasan perkawinan bukan untuk mendapatkan keturunan tapi "Mempraktekkan KASIH satu sama lain"); 2. Nafsu Birahi; 3. Penipuan untuk menjadi warganegara.

Babel dan Bahasa Roh

Kasus "BABEL" terjadi akibat Pemberontakan manusia kepada Alaha (Kejadian 11) yang tidak mau melakukan perintahNya untuk memenuhi SELURUH BUMI (Kejadian 1:28). 

Mereka merasa nyaman tinggal satu wilayah saja di IRAK-IRAN (Sumeria-Mesopotamia). Akhirnya Alaha melakukan tindakan "Diversifikasi Bahasa" yang berdampak manusia harus memenuhi bumi. Perbedaan bahasa adalah akibat dosa tabur tuai manusia di Babel dan nanti dipulihkan dalam Yeshua ha-Mashyakh setelah turunnya Ruakh ha-Kodesh di Yerusalem di mana muncul "Spiritual Language" (bahasa rohaniah) yang tidak bisa diucapkan lidah manusia melalui pita suara tetapi "tahu apa yang dimaksud orang lain" sebelum orang itu berbicara! [Bukan bahasa glossolalia yang salahtafsir dari gerakan Kharismatik-Pentakostalisme. ini namanya "dialekto" jika bisa terdengar suara dan ujaran tertentu].

Bahasa Roh tidak ada manusia di bumi yang tahu cara mengucapkannya tetapi mengerti apa pesan yang disampaikan itulah yang diterjemahkan seperti yang dikatakan rasul Paulus kepada umat rasuliah di Korintus yang "ribut" seperti ekstasi di kuil-kuil berhala sehingga ia mengejek mereka! "Kamu orang gila", katanya!

Bahasa roh (Spiritual Language) itu disebutkan Paulus:"Bagaimana ia diangkat naik ke Firdaus, dan mendengar kata-kata yang tak bisa diucapkan, yang mana hal itu tidak bisa bagi manusia ucapkan." -- 2 Korintus 12:4 Peshitta AESV. Inilah yang disebut "bahasa roh" jika bisa diucapkan itu bukan bahasa roh! Tapi bahasa dialek manusia yang bisa diujarkan manusia.

Inilah jenis bahasa - bahasa baru yang disebutkan dalam Injil Markus 16:17 ... "dan mereka akan berbicara dengan organ-organ bicara yang baru." (new tongues: jangan diartikan dalam pemahaman fisik sebab ini adalah gaya bahasa Alkitab metafora/kias. Contoh. Di Neraka ada "kertak gigi dan ulat-ulat" [Matius 24:51; 25:30 (Kertak Gigi = Rasa Sakit); Markus 9:48 (ulat-ulat = rasa ngeri).
Jika kita mati semua anggota tubuh fisik tinggal dikuburan, bagaimana kita masih punya gigi di Neraka? “roh-jiwa manusia yang masuk dalam Neraka; apakah punya gigi? Lalu dibakar dengan apai seperti dongeng Agama Zoroaster yang diadopsi oleh Kekeristenan abad ke-15 lalu oleh para seniman zaman Renaissence dibuat lukisan Neraka ada api membakar tubuh manusia seperti ayam panggang dan sate kambing! Ini dongeng dan komik anak kecil”! Tidak ada api di Neraka, kecuali “perasaan terhukum seperti dibakar dalam api. Ini yang diajarkan Para Rasul dalam Tradisi Rasuliah Kuno.
Tegasnya Yeshua berkata: “Lihat tanganKu dan kakiKu, Inilah Aku; rasakanlah Aku dan pahamilah; SEBAB ROH [hantu] TAK PUNYA DAGING DAN TULANG, sebaliknya Aku punya sebagaimana kamu lihat.” (Lukas 24:39).
Jadi Injil Markus 16:17 ... "dan mereka akan berbicara dengan ORGAN – ORGAN BICARA YANG BARU." Artinya “sesuatu yang baru dan tidak lazim” apa ini inilah “bahasa rohaniah” (Spiritual language). Ini terkait dengan Wahyu-wahyu yang diterima para nabi dan para Rasul, para mistik yang terus terjadi sampai sekarang ini hingga Maran datang kembali. Ada banyak Para Mistik Orang Suci mengalami hal ini dan terakhir Mart Serapha di Australia antara tahun 1940- 1965 mengalami BAHASA ROH (LAI: menterjemahkan; Bahasa-bahasa Baru), yakni mampu berkomunikasi secara rohaniah dengan Para Malaikat dan juga bahasa Aborigin Australia yang, ia tidak pernah dengar saat berkomunikasi ia bisa mengucapkan dalam bahasa Aborigin dengan fasih karena ia mendengar dalam roh terjemahannya langsung. Dan pengalaman yang sama dialami Para Rasul zaman kuno.
Jadi inilah yang menyatukan Bahasa Manusia kembali saling memahami melalui bahasa “roh” sehingga kita tidak disebut ORANG GILA seperti Paulus mengejek orang-orang Korintus. (1 Korintus 14:23).

Uskup?

Uskup dalam istilah Aramaik, "Apiscupha" dan Ibrani, "Mebaqqer" dan Yunani ",Episcope", Inggris "Bishop" dan bhs Indonesia "Penilik" (overseer).

1 Kor 11: 4 dan 7? Tentang kerudung

1 Korintus 11:4 Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.
1 Korintus 11:7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
gimana GNI memandang petikan² daripada Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus ini ya?
tolong penjelasannya Romo.

Jawab:
Pertama yang harus diperhatikan adalah "saat pria berdoa dan bernubuat" tidak boleh menutupi kepalanya. Ini terkait kepada "hadirnya sekinah Ilahi pada bagian ubun-ubun - okult" seerti yang dijelaskan Mar John Cuffe, terutama saat Qurbana. Di luar Qurbana diwajibkan memakai Penutup kepala sebagai sikap "penghormatan terhadap Kehadiran Ilahi dan Mengusung Mitzvoth dan kita tempatkan dalam ketinggian dari kehormatan kita yakni kepala." Kepala bagi pria adalah bagian terhormat tertinggi dari semua anggota tubuh. 
"Saat Qurbana" merupakan momentum Doa dan Nubuat sebab Kehadiran Alaha mulai terjadi di situ secara khusus. Dalam Gereja Rasuli baik Ortodoks dan Katolik ini tetap dilestarikan sampai sekarang, dan bahkan Gereja Katolik memulai sejak Ibadat Sabda. Bagi umat pada umumnya di dalam Gereja dilarang memakai penutup kepala kecuali wanita sebab ada Mishkhan / Altar di depan di mana ada kehadiran Alaha di situ melalui Roti dan Anggur yang disimpan pada Tabernakel (Tabut), tapi altar rumah tidak masalah. Bagaimana dengan rohaniawan? Hanya Uskup yang diijinkan memakai "penutup kepala" dalam Gereja sampai usai ibadat Sabda dan saat masuk ibadat Qurbana wajib dilepas.  
Ini merupakan penghormatan kepada sang RAJA yang HADIR. Surat Paulus ini hanya dalam konteks IBADAT sedang berlangsung, bukan diluar ibadah! Di luar ibadah pria Yahudi biasanya memakai penutup kepala. Adapaun ilustrasi Kepala pria menggambarkan kemuliaan Mshikha adalah lambang "ketundukan" kepada Mshikha, dan istri kerudung wanita merupakan kehormatan suaminya yang artinya istri tunduk kepada suami sebab konteks budaya Korintus pada waktu itu wanita banyak sekali yang tidak beres perilakunya karena pengaruh kota mesum dengan adanya budaya pelacuran bakti. 
Ini terlihat jelas bagaimana para wanita beribadah yang begitu ribut dalam peribadatan dan kacau serta biasanya wanita selalu mendominasi pria pada masyarakat korintus dan bermoral buruk dan akhirnya Paulus mengatakan wanita harus berdiam diri dalam jemaat (! Korintus 14:34-35). Inilah konteksnya pada Surat paulus itu.

"PELAYAN MEJA" itu jabatan apa ya Romo?

Kisah 6:5 adalah "Shamasha/diakon." Pelayan Meja artinya mempersiapkan semua peralatan ibadat untuk membantu Mebaqqer dan juga menangani masalah administratif dan properti Jemaat. Zaman kuno mereka disebut Rosh Eved atau Rish Umra yang nantinya ditingkatkan menjadi Rosh Shamasha (Archdiakon) "Kepala Diakon." yang biasa disebut Ketua Paroki. Biasanya Archdeacon tidak berminat untuk menjadi Presbiter/Qashisha oleh berbagai hal. Perihal Diakon Stefanus ini adalah "Orang Martir" pertama peranakan Yahudi - Yunani yang tinggal di Antiokhia-Syria.

TANYA JAWAB KEILAHIAN ALAHA

Pak Gery, sebelum membahas lbh lanjut apakah saya bisa secara sederhana merangkum penjelasam Bapak sbb: 
TANYA:
1. Alaha/ Sesembahan Yang Maha Tinggi: sesuatu ato apalah itu tdk bisa dipahami untuk dibandingkan/analogikan dg apapun yg ada di semesta ini.

JAWAB:
Tepat! (Lihat, Yohanes 1:18; 1 Tim.6:16)

TANYA:
2. Hubungan Bapa,Anak dan RohKudus yg otonomi saling bergantung seperti roh,jiwa dan badan wadag manusia. Jadi bisakah sya simpulkan Bapa, Anak, RohKudus secara sdrian itu bukan Alaha tetapi ketika secara kesatuan itulah Alaha? Ketika saya menyebut Alaha itu artina menyebut ketiga2nya (Bapa, Anak dan Roh Kudus)? Hubungan Bapa,Anak dan RohKudus yg otonomi saling bergantung seperti roh,jiwa dan badan wadag manusia……..

JAWAB:
 A. Hampir benar! Hanya sedikit tambahan analogi Wadah, Jiwa dan Roh manusia kurang tepat sebab jika manusia mati roh dan tubuh terpisah; roh-jiwa adalah kesatuan abadi yang dalam bahasa Mistik Nasrani disebut “Kesadaran.” Jadi bagi kami yang tepat adalah “PIKIRAN, AKAL, dan HIDUP ini analogi sejak zaman purba. Itu sudah pasti jika ada PIKIRAN pasti punya AKAL supaya pikiran bisa berpikir dan ada harus ada HIDUP. Ini ilustrasi paling tepat kesatuan tak terpisahkan selamanya.

B. Makna kata “OTONOMI” yang dimaksud seperti kondisi otonomi AKAL dalam PIKIRAN serta HIDUP, inilah yang disebut “ECHAD” (Compound Unity = Kesatuan Tunggal) dalam “Shema Israel Mar-Yah Alaha kita Mar-Yah adalah Ekhad.” (Ulangan 6:4).

TANYA:
Jadi bisakah saya simpulkan Bapa, Anak, RohKudus secara sedirian itu bukan Alaha tetapi ketika secara kesatuan itulah Alaha?

JAWAB:
 Tepat sekali. Ini berakar dari kata “ECHAD” itu sendiri yang menjelaskan Kesatuan Ilahi Tunggal seperti dalam analogi: PIKIRAN, AKAL, dan HIDUP seperti kita sebutkan di atas. PIKIRAN: Alaha sang Bapa yang mengkonsep segala sesuatu … AKAL: Alaha sang Anak yang merealisasikan segala sesuatu yang dikonsep sang PIKIRAN yang sekaligus melaksanakannya dalam wujud nyata. Dimanifestasikan sesuai apa yang dikonsep oleh Pikiran melalui Akal. HIDUP: Alaha sang Roh Kudus (bahasa Ibrani “Ruakh ha-Kodesh” atau Aramaik “Rukha d’Kudsha” dalam jenis kelamin tata bahasa adalah jenis femina sehingga kita bisa katakana sebagai analogi Alaha sang Bunda.

Sang Bunda adalah sisi welas asih Alaha yang menginfuskan semua Kehidupan bagi Alaha sendiri dan alam tercipta. Tanpa adanya sang Bunda Ilahi tidak ada yang bisa dijadikan sebab tidak aka nada Kehidupan bagi Alaha itu sendiri dan semua yang hidup tercipta dan tidak ada energy yang menghidupkan dalam alam semesta raya. Tiga Alahota ini disebut Echad yang memiliki 3 Qnumeh: 1 Kyana 3 Qnumeh. Artinya 1 Blue Print Keilahian 3 Kodrat yang berbeda tetapi TUNGGAL. Sehingga dalam teologi Nasrani selalu berbicara ECHAD secara metode Ontologi dahulu barulah dijelaskan BAGAIMANA EHAD itu dalam metode Epistemologi? Jadi kami tidak akan pernah mengatakan sudut pandang TRINITAS atau TRITUNGGAL sebab tidak ada disebutkan dalam Alkitab, Tradisi dan Wahyu, kecuali EKHADISME. TANYA: Ketika saya menyebut Alaha itu artina menyebut ketiga2nya (Bapa, Anak dan RohKudus)? JAWAB: Saat kita menyebut ALAHA adalah: sang Bapa, sang Anak, dan Roh Kudus. 

TIGA QNUMEH EHAD ini TIDAK TERCIPTA, sehingga kita tujukan “Doa hanya ditujukan kepada Alaha saja” (Shahadat Ani Ma’amin butir 5). Namun, Alaha ini TAK TERHAMPIRI sekalipun dalam bentuk doa kita akan hangus ditengah jalan, seperti pesawat masuk kedalam matahari. (Ibrani 12:29; 1 Timotius 6:16). Tidak ada satupun segala yang tercipta bisa menghampiri Alaha sekalipun pikiran kita atau doa-doa kita semuanya tidak sampai sama sekali. Oleh karena itu, harus ada MEDIATOR agar segalanya sampai kepada Alaha melalui PERWAKILAN. 

Contoh, mengapa bumi kita tidak terbakar oleh matahari? Oleh sebab ada lapisan-lapisan di atmosfir bumi yang memfilter segala sinar matahari ke bumi dan ada beberapa lapisan atmosfir seperti ionofer, stratosfer, dll. Itulah sebabnya Alaha menciptakan GAMBAR ALAHA sebagai Ciptaan SULUNG dari segala sesuatu … 1:15 Ia [Yeshua] adalah gambar Alaha yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 1:19 Karena seluruh kepenuhan Alaha berkenan diam di dalam Dia, 1:20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Mshikha. – Igeret Kolose 1:15-20 

TANYA:
Apa Gambar Alaha? 

JAWAB
Rancang Bangun (Blue Print) atau seringkali disebut “IDE” (gagasan). Seorang arsitek harus punya “ide” dahulu kemudian memikirkan “rancang bangun” lanjutan dari ide yang ada dalam Akal di dalam Pikirannya. Dalam bahasa teologi budaya Yunani disebut “LOGOS” berbeda dengan MILTHA dalam bahasa Aramaik. Ide dan Rancang Bangun ini dirancang atau dikonsep oleh PIKIRAN (Alaha sang Bapa)melalui AKAL (sang Anak), sehingga proses karya cipta itu semuanya harus dipolakan terlebih dahulu dalam Akal sehingga POLA ini disebut SULUNG karena menjadi landasan sesgala sesuatu dan dalam Pola itulah diciptakan segala sesuatu. Pola ini ada dalam Akal yang juga didalam Pikiran itu sendiri. Tetapi “Pola” ini bukan Alaha sang Anak atau Alaha sang Bapa melainkan “Ciptaan” Alaha yang disebut oleh Rav Shaul sebagai “GAMBAR ALAHA” (Lihat, 1:15 Ia [Yeshua] adalah gambar Alaha yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan), Ia yang dimaksud adalah Gambar Alaha yang merujuk kepada POLA yang ada dalam sang Anak sehingga disapa sebagai SULUNG (Aramaik: “Ilmashalwah”), sehingga Gambar Alaha ini disebut ciptaan yang sulung barulah menyusul berikutnya baik yang kelihatan dan tak kelihatan (Kejadian 1:1). 

Jadi dalam kaitan dengan manusia Gambar Alaha itu adalah yang Sulung sebagai saudara tertua kita semua dan kita saudara-saudarinya: Roma 8:29 Sebab semua orang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dalam Roma 8:29 lebih jauh pikiran mistis Rav Shaul lebih mendalam menelisik masuk ke seberang akal budi manusia, masuk tataran metafisik Keilahian. Gambar Alaha diciptakan dalam AKAL (Anak Alaha) sekaligus adalah karya Penjelmaan sang Anak menjadi Gambar Alaha itu sendiri sebelum adanya Ruang dan Waktu. Di sini Alaha sang Anak sudah mengsoongkan diri-Nya menjadi Gambar Alaha yang ciptakan-Nya itu, sehingga dalam bahasa kitab suci mengatakan sang Anak adalah Gambar Alaha dalam DUA KODRAT TERCIPTA DAN TIDAK TERCIPTA. Jadi PENJELMAAN sudah terjadi sebelum Alaha menciptakan Langit dan Bumi (Kejadian 1:1). 

Dengan demikian tepatlah dikatakan bahwa segala sesuatu diciptakan dalam, melalui oleh sang Anak … “Segala sesuatu ada melalui tanganNya; dan tanpa Dia, tidak ada sesuatu apapun yang ada.” (Yohanes 1:3 Peshitta) Kolose 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu… Di mana Alaha sang bapa, Anak, dan Roh Kudus menciptakan? Jawab: Dalam WADAH TERCIPTA, yakni GAMBAR ALAHA. Di mana Gambar Alaha itu? Jawab: Dalam sang Anak (AKAL). Dengan demikian tepat perkatakan Kitab Bereshit - Peshitta JPS berkata, 1:26 [Dan Alaha berkata:’Marilah KITA menciptakan manusia dalam GAMBAR KITA, serupa dengan [gambar Kita]; …. Alaha menciptakan manusia serupa gambar Siapa? Jawab: Gambar-Nya yang sudah dipolakan sebelumnya, sebelum ada ruang dan waktu. [Baca kembali, 1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia]. Gambar Alaha ini ada di dalam sang Anak sekaligus sang Anak menjelma dalam Gambar Alaha itu sendiri. Jadi yang disebut TEOFANI (berbagai penjelmaan sang Anak: dalam bentuk Malakh YHWH, bentuk Suara di taman Eden, Tiang Awan – Tiang Api, Guntur dan Api di gunung Sinai, Api menyala di semak belukar Midian, berupa manusia, Imam Melkisedek, dll., terakhir terlahir menjadi Anak Manusia diberi nama Yeshua] bukan pertama terjadi di bumi, tetapi sebelum ada Ruang dan Waktu. 

Itulah sebabnya penulis Surat Ibrani mengatakan: 1:1 Setelah pada zaman PURBAKALA Alaha berulang kali dan dalam PELBAGAI CARA berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Alaha telah menjadikan alam semesta. 1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Alaha dan GAMBAR WUJUD ALAHA dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, 1:4 jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. – Ibrani 1:1-4 Oleh karena itu PERISTIWA PENGOSONGAN DIRI ALAHA SUDAH TERJADI SEBELUM PENJELMAAN DI BUMI (FILIPI 2:7)sehingga ketika Yeshua berkata: … Aku di dalam MEREKA dan Engkau (sang Bapa) di dalam Aku… (Yohanes 17:23); harus dipahami ‘pemanunggalan Khalik dan Manusia” tidak mungkin terjadi sebab berbeda kodrat antara MINYAK dan AIR. Yeshua berkata “…ENGKAU [sang Bapa] di dalam AKU” adalah pemanunggalan antara MINYAK dan MINYAK menjadi satu.

TANYA:
Lalu bagaimana kita manunggal dengan sang Anak?

JAWAB:
Kita manunggal dalam Gambar Alaha yang adalah penjelmaan sang Anak itu sendiri sebab Keilahian-Nya telah difilter/dikosongkan sehingga kita bisa manunggal dalam Gambar Alaha ini. Inilah yang dimaksudkan Pemanunggalan dalam konsep Alkitab seperti istilah bahasa Jawa: “Manunggaling kawula Gusti,” adalah konsep agama Kejawen. Arti harafiahnya adalah "bersatunya abdi dengan Tuan – atau bersatunya Manusia dengan Tuhan." 

Pemahaman ini sudah dilakukan oleh Yeshua Mshikha sendiri: GAMBAR ALAHA – SANG ANAK sebelum ada Ruang dan Waktu dan MANUSIA – ALAHA setelah menjelma di bumi. Penjelmaan Gambar Alaha untuk menjembatani segala mahluk rohaniah sorgawi dan Penjelmaan Manusia – Alaha = Yeshua Mshikha untuk menjembatani antara Alaha dan Manusia sebab Alaha menciptakan Langit (Ibrani: Shamayim = lapisan-lapisan jagat rohaniah] dan Bumi [tatanana alam semesta fisik, termasuk manusia]. 1 Timotius 2:5 Kita semua manusia akan kembali menyatu dengan Kemanusiaan Yeshua sebab kita manusia yang tak mungkin menyatu dengan Keilahian-Nya. Kemanusiaan kita menyatu dengan Kemanusiaan sang Anak = Yeshua akan menyatu dengan Gambar Alaha tercipta itu, Yeshua dalam Kemanusiaan atau Gambar Alaha dan kita “Gambar-gambar Alaha” dalam Dia (Galatia 3:27-28) Yeshua adalah bahasa budaya manusia Ibrani di mana Ia dilahirkan dan mengambil kedagingan manusia melalui Miriam 2000 tahun lalu. Jadi saat kita menyebut atau memanggil Yeshua ada Dua Kodrat dalam diri-Nya: Kemanusiaan yang tak boleh disembah tapi dihormati, dan Keilahian-Nya sebagai sang Anak yang mutlak kita sembah. Jadi saat berpikir tentang Maran Yeshua dua dimensi berbeda sekaligus kita devosikan secara terpisah tapi manunggal! TERPISAH TAPI TUNGGAL ini adalah bahasa ungkapan paradoksal (seolah-olah bertentangan tapi tidak). Jika kita memisahkan mutlak antara Kemanusiaan dan Keilahian maka kita akan murtad seperti sekte Saksi Jehova yang melepaskan Keilahian Yeshua hanya kemanusiaannya sama seperti Arianisme, Ebionitisme dan Islam. 

Meleburnya antara Manusia dan Keilahian sehingga musryk kafir adalah keyakinan Kristen Pentakostalisme dengan ajaran sesatnya; Bapa , Anak, dan Roh Kudus yaitu Yesus! 

TANYA:
Bagaimana kita manunggal dengan KEMANUSIAAN YESHUA DALAM SANG ANAK? 

JAWAB: 
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan; 
1. Percaya kepada-Nya sebagai MarYah Alaha yang secara singkat disebutkan oleh rasul Thomas “Mari W’Alahi” (Tuhanku dan Alahaku) – Yohanes 20:28. Dia adalah jalan Keselamatan bagi manusia yang berdosa (Yohanes 14:6), dll. 

2. Percaya saja tidak cukup, sebab setan-setan lebih percaya dari pada manusia (Yakobus 2:19), maka BEROBATLAH DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH DENGAN BERUBAH PERILAKU (Kolose 3:5-17)… TURUTI PERINTAH-PERINTAHNYA (Yohanes 14:15; 15:14) 

3. Hendaklah dibaptis sebagai tanda pertobatan (Matius 3:7-10) dengan baptisan Air. 
A. Siapa yang berhak membaptis? Jawab: hanya Imam Harun seperti Yohanes Pembaptis. Namun, Imam-imam Harun sudah tidak ada lagi. 
B. Para Rasul yang membaptis (baca, Yohanes 4:1-2; Kisah 2:36-41; 16:30-33) dan tidak ada tercatat satu ayatpun dalam Alkitab bahwa “ORANG AWAM YANG TIDAK DITAHBISKAN PARA RASUL BOLEH MEMBAPTIS.” 

TANYA:
Mengapa Para Rasul Boleh membaptis? 

JAWAB:
Mereka telah ditahbiskan oleh Maran Yeshua … Ia mentahbiskan/Semikhah [LAI – menetapkan. Terjemahan Peshitta aslinya, “mentahbiskan”] Dua Belas orang untuk menyertai Dia dan diutus-Nya mewartakan Injil dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan,… Injil Markus 3;14-15 Peshitta AESV C. Para Rasul mentahbiskan para pengganti mereka untuk melakukan tugas dan tanggungjawab pelayanan: 23 Dan mereka [Para Rasul] MENTAHBISKAN bagi pengganti mereka Zakanim ("rabrabe" atau “rabbanim” atau “Qashanim” = Para Penatua) di tiap jemaat, saat itu mereka berpuasa bersama dengan mereka dan tselootha [berdoa dengan aturan tertentu], dan mempercayakan Zakanim ini kepada Maran kita yang dalam Dia mereka percaya. – Kisah Para Rasul 14:23 Peshitta AESV 

4. Setelah dimekveh / dibaptis dengan AIR Tanda Pertobatan oleh Pengganti Rasul (Uskup, Imam, dan Diakon), kemudian mereka harus DIMINYAKI dan TUMPANG TANGAN TANDA BAPTISAN ROH KUDUS (Matius 3:11) untuk menanamkan BENIH ILAHI dalam diri orang percaya (1 Yohanes 3:9) sehingga orang percaya ini Lahir Baru melalui Air dan Roh (Yohanes 3:6-9) sehingga menjadi Anak-anak Alaha (Yohanes 1:12) dan menjadi “warganegara Kerajaan Sorga (Filipi 3:20) 5. Setelah kita Diurapi dengan Minyak Urapan, selanjutnya DIMETERAIKAN dengan API (Matius 3:11; Efesus 1:13-14) sebagai TANDA MILIK ALAHA (Yehezkiel 9:4-6; Wahyu 7:3; 9:4;14:1) LAI salah terjemah dengan huruf “T” (Ibrani “Taw” atau “Tav” dalam bahasa Aramaik adalah Tanda Salib “”). 

Mereka yang dimeteraikan di dahi mereka ini oleh Imam Tertahbis Suksesi Rasuliah adalah Milik Alaha dengan ritus kuno seperti yang diajarkan Yeshua dan para Rasul. Gereja-gereja Protestan umumnya tak mengenal Ritus no:3,4, dan 5. Mereka membuat-buat sendiri tata cara membaptis sehingga menjadi perdebatan dan perpecahan yang tak ada gunanya. Semua Tata Cara Sudah Diajarkan Para Rasul kepada Jemaat Rasuliah. Oleh karena putus kesinambungan dengan Kekeristenan Reformasi Protestan dan ribuan sekte-sektenya merekayasa sendiri Bagaimana caranya membaptis dengan TAFSIR ALKITAB SAJA. CATATAN: “Minyak Urapan” adalah sesuatu yang tak putus sepanjang sejarah selama 2000 tahun sejak Para Rasul. Minyak Urapan ini dikonsekrasi oleh Para Rasul saat perayaan Pesakh 14 Nisan, kemudiaan saat Para Rasul mentahbiskannya menjadi pengganti rasul, seorang uskup akan diberikan 3 jenis minyak Urapan Kudus dan setelah Para Rasul wafat semua Para Pengganti Rasul, yaitu Para Uskup ini mengkonsekrasi minyak baru pada perayaan Pesakh Rabu malam Kamis dengan mencampurkan minyak sebelumnya yang dari para rasul.

Demikianlah seterusnya 3 Jenis Minyak ini diterus sampaikan dari satu Uskup ke uskup baru tertahbis tanpa putus sampai hari ini. Jadi kalau ada orang membuat minyak urapan sendiri tidak terkait kepada Para Rasul, maka minyak urapan tersebut adalah palsu!!! Sekalipun ada mujizat terjadi, kita meragukan siapa yang melakukan mujizat itu???? IBLIS pun adalah PENIRU YANG PALING HEBAT DAN PENIPU YANG ULUNG. 

5. Setelah dimikveh AIR, MINYAK, dan DIMETERAIKAN, maka mereka sah sebagai Anak-anak Alaha, maka mereka disambut dalam Perjamuan Anak Domba Alaha (Wahyu 19:9; Yohanes 6:48-56). Di sinilah proses pemanunggalan mulai terjadi dengan Yeshua Mshikha, di mana Ia dalam kita dan kita dalam Dia. 

6. Keselamatan harus terus diusahakan sampai hembusan nafas yang terakhir ….. Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. Dan haruslah kita terus MEMBASUH JUBAH PUTIH kita seperti saat dosa-dosa kita dihapuskan saat bertobat, saat kita dibaptis (Wahyu 22:14) agar kita kembali kepada kodrat Ilahi atau fitrah kemanusiaan kita semula seperti kertas putih bersih (2 Petrus 1:14). Iman tanpa perbuatan adalah mati – Iman tanpa Torah adalah sia-sia (Yakobus 2:26). 

7. Ingat, hukum Tabur Tuai tetap berlaku meskipun kita sudah diselamatkan! Sebab apa yang kita tabur secara daging akan kita tabur dalam daging! Namun, keselamatan rohaniah kita tertap terjadi tetapi hutang harus tetap dibayar! (Galatia 6:7-8). Tidak ada alasan melarikan diri dari tanggungjawab …

TANYA:
Ketika saya menyebut Alaha itu artina menyebut ketiga2nya (Bapa, Anak dan RohKudus)?
JAWAB:
Ya. Rav Shaul sudah mengajarkan: Kolose 1:19 Karena seluruh kepenuhan Alaha berkenan diam di dalam Dia. Dan Yeshua mengatakan kepada rasul Filipus: …Barang siapa telah melihat Aku telah melihat Bapa… Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku (Yohanes 14:9-13) dan Roh Kudus keluar dari sang Bapa … (Yohanes 15:26). Jadi saat kita menyebut salah satu Qnume Alaha entahkan sang Bapa, atau sang Anak atau sang Roh Kudus sudah memanggil Ketiga Qnume Echad tersebut. Untuk bisa gayung bersambut di mana kita berkomunikasi dengan Alaha dan Alaha berkomunikasi dengan kita harus MELALUI KEMANUNGGALN YESHUA MSHIKHA SEBAGAI MEDIATOR KITA. Yeshua Mshikha sebagai Mediator dari sisi Alaha dan Yeshua sebagai mediator sisi manusia dan jembatan penghubung antara Alaha dan Manusia adalah Yeshua Mshikha! Inilah jawaban saya, semoga bisa menambah wawasan bapak. 
Dan jika tidak paham jangan cepat-cepat ambil kesimpulan agar jangan bapak dengan mudah mengatakan: sesat pada hal kurang pemahaman. Ini seringkali terjadi saat membaca suatu tulisan terlalu mudah mempersalahkan tetapi tidak mudah kita introspeksi diri. Saya percaya bapak bukan orang semacam ini. Semoga Alaha menolong bapak untuk memahaminya dengan baik. Salam untuk semua keluarga bapak, kiranya rahmat-Nya melawat bapak sekeluarga. Amin. 
Beshora Shleeha Mar Thoma berkata: 1 Yeshua berkata kepada murid-muridNya: 
"Dia yang bisa memahami sepenuhnya perkataan-perkataan tidak akan mencicipi maut.” 2 "Dia yang mencari, biarlah jangan berhenti mencari hingga dia menemukan; dan ketika dia menemukan dia akan jadi gundah, dan jika dia mengalami kegundahan, dia akan diherankan, dan dia akan punya kuasa atas segala sesuatu." (Beshora Mar Thoma 1:1-2 Peshitta AESV)
Wa Aleikhem Shalom,
Fr. Nicholas Toruan, CKC


Apakah Nasrani mengajarkan ANTI ULOS? Anti TRADISI LOKAL?

Jawab:
Tdk.
Sejak injil diberitakan ke bangsa-bangsa, semua Rasul (aram: Shleekha; Yun: apostle) tdk memaksakan jemaat utk ikuti tradisi budaya Yahudi. Semua rasul masuk ke dlm budaya dan tetap mengajarkan ajaran Nasrani.
.
Demikian juga di indonesia, kami terus melestarikan semua budaya lokal spt ulos dan perayaan-perayaan tradisi unik yg sgt kaya di indonesia. Kami mendukung penuh budaya lokal kita.
.
Bagi Saudara yg peduli akan pelestarian budaya dan ikut serta mewarisi ajaran-ajaran kuno Nasrani, sy undang kita satukan visi misi.

Rabu, 03 Februari 2016

Mikveh (Baptis) itu apa? Koq bisa beragam bentuknya sekarang?

Jawab:
Tradisi Mikveh (Baptis) Nasrani yg berdiri di abad 1 Masehi, sebenarnya berasal dari tradisi pentahiran diri para imam Lewi. Para imam setelah dan sesudah bekerja memotongan kurban, biasanya pakaian dan badan mereka berbau amis membenamkan diri di air, ini sama saja dengan mandi.
Kaum Esseni Qumran (keturunan Imam Zadokit asli) pun, paska menyingkirnya mereka dari Bait Suci yang mereka yakini telah dinajiskan, tetap melestarikan tradisi pentahiran ini kendati mereka tidak lagi memotong kurban. Mereka memulai adanya Perjamuan Roti dan Anggur sebagai persiapan Kedatangan Sang Imam Besar Melkisedek. Yeshua adalah Sang Imam Besar yang mereka nantikan tersebut.
.
Di dalam ajaran Nasrani, satu-satunya cara seseorang terikat pada Perjanjian Baru (PB) bukan lagi disunat, melainkan dengan cara dibaptis (pentahiran) yang dilakukan dengan ritual khusus dan dipimpin oleh Imam Tertahbis.
.
Seiring berjalannya waktu, tradisi ritual Mikveh ini menjadi bias dan beragam. Ini akibat adanya ajaran Sola Scriptura yg MEMBUANG TRADISI. Para penganutnya, sejak abad 16 membuat tradisi masing-masing dan mengangkat diri mereka langsung menjadi Imam-imam.

Selasa, 02 Februari 2016

Mengapa banyak Gereja Kristen dewasa ini dipimpin oleh PENDETA? Padahal di abad 1, semua Jemaat Perdana itu dipimpin oleh para Uskup? Tolong jelaskan SEJARAH-nya.

Jawab:
Penyebutan PENDETA itu ada karena pengaruh AGAMA HINDU saat masuk ke Nusantara. 
.
Mari belajar SEJARAH dengan baik. 
Di abad 1, semua rasul ditahbiskan menjadi uskup (Eng: Pastor; Ibr: Mebaqqer; Ind: Gembala). Saat itu, jabatan Uskup dan Imam masih disatukan, lalu di abad 2 baru mulai dipisahkan oleh tahbisan. Di bawah Uskup dan Imam/Presbitter ada jenjang yang disebut Diakon (Aram: Shamasha). Ketiga jenjang kepemimpinan Jemaat Perdana ini termasuk dalam Tahbisan Mayor. 
.
Para Uskup di abad 1 antara lain adalah:
Uskup Mar Yakub HaTzadiq memimpin di Yerusalem, Uskup Mar Timotious ditahbiskan oleh Mar Shaul memimpin Efesus, Uskup Mar Marqos memimpin Alexandria Mesir, Uskup Mar Thoma memimpin jemaat di Kerala India, Uskup Mar Yuchnan (Yohanes) memimpin 7 kota di Asia Minor, Uskup Thadeus/Mar Addai memimpin di Edesa/Iraq, Uskup Mar Kefa/Petrus di Antiokia, Uskup Mar Linus di Roma (asal mula Roma Katolik), dll. Jemaat Perdana selalu dipimpin Uskup bukan pendeta atau yg lainnya. Semua uskup/imam tersebut dipanggil oleh jemaat mereka dengan sebutan ‘bapa’.
.
Sejak th 60 Masehi saat Mar Yakub, Uskup Yerusalem wafat martir akibat dilempar dari bumbungan Bait Suci, maka semua Jemaat Yerusalem pindah, dan pusat jemaat berpindah ke Antiokia yang dipimpin oleh Uskup Petrus. Sejak abad 1 juga para rasul yang diutus lalu berpencar dan mendirikan GEREJA RASULIAH/GR (bukan Protestan, Mormon, Saksi Jehovah, Calvinis, Adven, Mesianik, dll). Di dalam setiap GR itulah terdapat para uskup yang disebut ‘bapa’. Dari abad ke abad, GR berpencar ke berbagai belahan dunia dalam misi pengabaran injil. 
.
Di abad 16, dari dalam tubuh Gereja Roma Katolik, keluarlah Imam Martin Luther yang menelurkan ajaran SOLA SCRIPTURA. Dari ajaran inilah para murid Luther banyak mendirikan gereja masing-masing dan bermunculanlah denom-denom di LUAR GEREJA RASULIAH, antara lain: Mormon, Saksi Jehovah, Calvinis, Adven, Mesianik, dll. Semua adalah penganut ajaran Martin Luther, penganut Sola Sciptura yang membuang Tradisi. Di luar Nusantara, para pemimpin Gereja NON GR biasanya disebut ‘Priest’ (Presbytter atau Imam). Tradisi menyebut pemimpin Jemaat, ‘bapa’, ini juga menghilang, terutama saat Protestan masuk ke Nusantara. 
.
Masuknya Protestan ke Nusantara terjadi dalam 2 tahap, Tahap I (1605-1800) oleh Dutch East Indian Company, lalu tahap II (1800-1935) oleh Dutch Colonial Government. Pada zaman tersebut agama rakyat Nusantara mayoritas adalah HINDU. Penganut Hindu dipimpin oleh PANDITO, jadi dari sinilah mencul istilah PENDETA. Pandito menjadi Pendeta. Banyak penganut Hindu yang masuk ke Kristen Protestan (Lutheran) dan menyebut pemimpin mereka: PENDETA, bukan ‘bapa’ atau ‘romo’. Dari kedua tahap tersebut, pecahan Protestan dari Luar Negeri terus berdatangan ke Nusantara/Indonesia, sehingga negara ini dipenuhi oleh berbagai denom Kristen penganut Sola Scriptura, dari Lutheran sampai ke Mesianik yang baru muncul di abad 21. Semuanya dipimpin oleh Pendeta, tidak ada yang dipimpin oleh Uskup. 
.
Pewaris ajaran Jemaat Perdana sebenarnya masuk terlebih dahulu ke Nusantara, yaitu:
1. Gereja Church of The East/COE, pada th 645. Ini adalah gereja pemilik naskah-naskah Kitab Aramaik. Gereja ini pergi dari Nusnatara akibat adanya konflik local. Lalu penginjilan mereka diteruskan oleh GNI (Keuskupan Mandiri di Queensland, Australia) sejak menerima tahbisan pada tahun 2014. GNI dipimpin oleh Alm Uskup Nicholas Lumbantoruan. Lalu di than 2015 sampai sekarang, COE mencoba masuk langsung dalam penginjilan.

2. Gereja Roma Katolik, ibu dari Agama Protestan dan banyak pecahannya. Gereja Rasuliah ini memulai penginjilan sejak tahun 1511 dibawa oleh Portugis. Sampai saat ini GR Roma Kat diterima dan menyebar di seluruh Indonesia. 
Kedua GR di atas, tidak menyebut pemimpin jemaat mereka dengan sebutan ‘PENDETA’ melainkan ‘Bapa’ atau ‘Romo’ tepat seperti sebutan Jemaat Perdana di abad 1.
.
‪#‎romo‬ ‪#‎pendeta‬ ‪#‎hindu‬ ‪#‎nasrani‬ ‪#‎gerejarasuliah‬ ‪#‎protestan‬‪#‎solascriptura‬ ‪#‎tradisi‬


Senin, 01 Februari 2016

Sebenarnya mana yg lebih penting antara PENGETAHUAN dan MORALITAS dalam kehidupan Nasranis?

Jawab:
Tentu MORALITAS atau kualitas karakter seseorang!
Bukan pengetahuannya. 
Keselamatan rumusnya adalah:
SELAMAT = IMAN + PERBUATAN BAIK
.
Nah seseorang hanya bisa berbuat baik dengan tulus jika dia memiliki moralitas yang tinggi. Keselamatan bukan masalah pengetahuan agama, mereka yang mendalami pengatahuan adalah mereka yang dipilih untuk menjadi pengajar dan rasul (utusan) selanjutnya.
.
Sebagai jemaat Nasrani, kita semua dituntun memiliki moralitas yg baik, itu saja. Maka dari itu Gaya Hidup Nasrani adalah Gaya Hidup Limudah (Didache). Limudah adalah ajaran dasar Nasrani! .
Di antara banyak karakter yang penting yg harus dimiliki oleh jemaat Nasrani, salah satunya adalah ‪#‎PENUNDUKAN‬ DIRI PADA OTORITAS. Lawan dari karakter ini adalah KESOMBONGAN (pemberontakan) thd Otoritas Ilahi.
Oleh karena itu, semua yang memiliki pengetahuan banyak apalagi yang masih rendah, namun tidak menghargai Keimamatan (Pemimpin) YG TERTAHBIS adalah salah satu bentuk kesombongan yang harus dilawan. Buanglah hal tersebut dan mulailah untuk memasuki atmosfir Nasrani Kuno.
.
Pengurapan datang dari Alaha, melalui Imam (uskup) lalu ke jemaat! Begitulah adanya sejak awal sampai sekarang. Di abad 1, tidak pernah ada oknum lain yang diberikan otoritas kecuali para imam/uskup, tidak kepada para rabbi Farisi, tidak kepada rabbi tanpa tahbisan, tidak kepada orang-orang pintar, dan juga tidak kepada para Pen**ta.
.
Haleluyah. Oda Alaha!